Senin, 20 Agustus 2007

Mengenal Bagang

Bagang


Bagi yang pernah jalan-jalan ke perairan Sulawesi, pasti sering melihat bangunan seperti terlihat pada foto di atas.
Ya, bangunan tersebut dinamankan bagang. Bagang adalah bangunan penangkap ikan tradisional masyarakat Bugis yang berada ditengah laut. Ada 2 jenis bagang yakni bagang tancap dan bagang terapung. Bagang tancap adalah bagang yang tiang-tiangnya ditancapkan di dasar laut sehingga tidak dapat berpindah-pindah, sedangkan bagang terapung hanya didirikan di atas perahu sehingga dapat dipindah-pindahkan. Yang kita liat pada gambar di atas adalah bagang tancap.

Bagang tancap terdiri dari beberapa bagian utama. Yang pertama adalah kaki-kaki bagang yang terbuat dari bambu-bambu besar dan terletak pada keempat sudut bagang serta pada kedua sisinya. Kaki-kaki bagang dikaitkan pada jangkar yang ditanam pada arah keempat kaki-kaki bagang.Kaki-kaki bagang ini berfungsi sebagai penyeimbang agar bangunan bagang dapat berdiri tegak. Kaki-kaki Bagang ini kemudian dihubungkan dengan bambu-bambu yang diikat pada ujung-ujungnya, selain berfungsi sebagai lantai, juga membuat bangunan bagang semakin kokoh. Dari sisi-sisi bagang ini kemudian masih dipasangkan bambu yang mencuat ke atas membentuk segitiga.
Di atas lantai bagang ini kemudian dibuat sebuah pondok kecil untuk tempat istirahat penjaga bagang.

Bagian lain dari bangunan bagang ini adalah jaring. Jaring dipasang dibawah lantai bagang, dan keempat sisinya diikatkan pada bambu yang ditancapkan ke dasar laut, agar jaring ini dapat tetap seimbang ketika dinaikkan ataupun diturunkan.Jaring ini luasnya disesuaikan dengan luas bagang.Jaring berfungsi untuk menjaring ikan-ikan. Untuk menaikkan dan menurunkan jaring ini, dibuat sebuah alat pemutar yang dipasang di salah satu sisi bagang.
Bagian keempat dari bangunan bagang ini adalah lampu petromaks yang dipasang sedemikian rupa hingga menyoroti jaring penangkap ikan dan berfungsi sebagai pencahayaan.

Cara kerja bangunan bagang ini sangat sederhana, dengan menggunakan asumsi bahwa ikan-ikan laut memiliki daya tarik terhadap cahaya. Pada malam hari,lampu petromaks dinyalakan. Karena adanya cahaya ikan-ikan kemudian bermain di sekitar cahaya tersebut dan masuk ke dalam jaring. Jika jaring telah penuh dengan ikan-ikan, maka jaring tersebut kemudian diangkat ke atas dengan alat pemutar yang dipasang pada salah satu sisi bagang, demikian seterusnya.
Untuk bagang terapung pembuatannya hampir sama dengan bagang tancap hanya saja, untuk bagang terapung proses pembuatannya dilakukan di darat, setelah selesai baru kemudian didorong ke laut dengan menggunakan perahu.
Tekhnologi bagang ini merupakan sebuah wujud kemampuan adaptip yang dimiliki masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan alamnya, dan itu semua merupakan hasil dari proses akumulatif yang melewati waktu panjang hingga mencapai wujudnya seperti sekarang ini.


Tidak ada komentar: