Selasa, 10 Juni 2008

Thank You God

Terkadang saya begitu tidak mengerti dengan semua yang terjadi. Kadang saya begitu naif untuk selalu menyalahkanMu atas semua ketidakenakkan yang sangat tidak ingin saya hadapi. Otak saya yang mini memang tidak akan pernah mengerti rancanganMu.
Seperti seorang anak kecil yang bermain dibawah kaki ibunya yang sedang menenun. Dia hanya melihat bagian bawah tenunan ibunya dan merasa begitu berantakkannya tenunan itu, benang yang melintang tak beraturan ke kiri dan ke kanan. Seperti itulah saya. saya kadang melihat bahwa apa yang terjadi, apa yang Kau beri begitu jelek dan menyebalkan. Tetapi sesungguhnya tenunan itu indah, hanya saja saya melihat dari sisi yang salah, bukan selayaknya Kau melihatnya.

Terima kasih bahwa Kau tidak pernah berubah
Terima kasih bahwa Kau ternyata menggendongku saat kaki sudah tidak mampu lagi membuat langkah
Terima kasih bahwa Kau menambahkan begitu banyak kasih setiap harinya

Ya..walaupun kadang-kadang saya begitu kurangajar dan caraMu terkadang tidak saya sukai
tetapi saya tahu Kau punya style sendiri dalam menenun hidupku.

Jumat, 06 Juni 2008

Razia Laptop di Soekarno Hatta

Buat penumpang pesawat menuju atau yang sekedar transit di Bandara soekarno hatta yang membawa laptop, mungkin perlu sedikit berhati-hati, pasalnya sekarang ini ada razia laptop oleh kepolisian bagi laptop-laptop yang menggunakan software bajakan.
Wah..untungnya saya lagi gak bepergian nich, laptop saya beberapa softwarenya emang asli kopian tidak resmi alias bajakan :)
Kedepannya, direncanakan razia tidak hanya dilakukan di soekarno hatta tetapi juga di setiap bandara internasional. Bahaya juga ya, manadokan termasuk bandara internasional, kalo ntar september ke Makassar bisa gawat juga ya???

Rabu, 04 Juni 2008

Hal Kekuatiran

Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan dan minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakan diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu?.
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di Sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Matius 6:25-34)

Senin, 02 Juni 2008

Template baru lagi


Tempalte baru lagi nich..he...
bosan aja sich sama yang kemarin, warnanya lama2 mati banget
trus tadi pas minta bantuan om google, dapat dech template yang kupake sekarang ini, segar aja ngeliatnya.cuman memang belum diatur2 lagi sich,minggu ini deh dipercantik.
Gimana keren mana sama yang kemarin???


Minggu, 01 Juni 2008

Yubileum 150 tahun Penampakan Maria di Lourdes

Semalam saya mengikuti misa Yubileum 150 tahun Penampakan Bunda Maria di Lourdes Perancis, yang diadakan di sebuah tanah lapang seluas kurang lebih 2 ha dalam Kompleks perbelanjaan Mega Mas Manado. Puluhan ribu umat katholik di keuskupan Manado menghadiri misa tersebut, bahkan ada pula umat katholik dari keuskupan Makasar dan Surabaya.





View Larger Map


Misa yang dimulai pada jam 18.00 ini dipimpin langsung oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Uskup Mgr Leopoldo Girelli sedangkan kotbah dibawakan oleh Uskup Manado Mgr Yoseph Suwatan MSC .
Uskup Leopoldo ternyata bisa bahasa Indonesia lho, walau kadang-kadang lucu juga kalo dia menyebut kata-kata tertentu atau menyebut marga orang manado, seperti saat dia menyebut nama Gubernur Sinyo Sarundajang.
Dalam pembukaan misa tersebut Uskup Leopoldo menyampaikan salam hormat dan cinta dari Bapa Paus Benediktus XVI kepada umat di Indonesia khususnya di kota Manado yang saat itu merayakan Yubileum 150 tahun penampakan Bunda Maria kepada St Bernadetta di Lourdes Perancis.
Oya dalam misa ini juga hadir artis asal Manado Maya Rumantir yang pada saat komuni menyanyikan beberapa lagu Maria.

Setelah misa Agung yang dihadiri pula oleh Gubernur dan pejabat propinsi maupun kabupaten se-sulawesi Utara, kemudian dilanjutkan oleh sambutan-sambutan dari bapa uskup Leopoldo, bapa uskup Manado, ketua panitia pelaksana dan juga sambutan dari bapak Gubernur Sulawesi Utara. Uskup Leopoldo dalam sambutannya mengatakan bahwa dia sangat bahagia bisa hadir diantara umat semua dan sudah sejak lama dia mendengar tentang kerukunan hidup beragama di sulawesi utara yang terkenal dengan semboyan Torang semua basudara.
Gubernur dalam sambutannya mengatakan, menyambut baik perhatian Vatikan terhadap provinsi ini dengan mengutus Dubesnya datang berkunjung ke Manado, apalagi lanjut Gubernur ketika tiba di bandara Sam ratulangi Manado Uskup Leopoldo mengucapkan slogan Sulawesi uatara yakni Iyayat U Sancti (Minahasa : memerangi kemiskinan dan kebodohan) dan torang Samua Basudara. Pada kesempatan tersebut Gubernur juga mengundang Paus atau utusan dari vatikan untuk menghadiri World Ocean Conference (WOC) yang akan diselenggarakan pada tanggal 11 hingga 15 Mei tahun 2009 di Manado.

Rangkaian perayaan misa agung tersebut kemudian ditutup dengan prosesi 15.000 lilin mengelilingi kompleks perbelanjaan modern terbesar di Manado tersebut. Dalam kotbah bapa uskup Manado Mgr Yoseph Suwatan MSC mengatakan bahwa Prosesi 15.000 lilin ini merupakan suatu jawaban ajakan bertobatlah dan bertapalah sebagaimana pesan yang disampaikan Maria dalam penampakannya kepada St Bernadetta di Lourdes 150 tahun silam.
Mungkin diantara kita merasa heran bagaimana mungkin prosesi lilin dilakukan mengelilingi sebuah pusat perbelanjaan modern dan setau saya, prosesi seperti ini baru pertama kali dilakukan. Seperti kata Uskup Leopoldo bahwa dengan memperingati penampakan Bunda Maria di Lourdes sekaligus kita hendak mewartakan kasih Allah dan Bunda Allah yang begitu besar ditengah kehidupan materialisme dan konsumerisme, di tengah keramaian dan kebisingan membawa ibadah dan syukur pujian kepada Allah yang maha pengasih. Penampakan Maria kepada St Bernadetta di Lourdes membawa sukacita dan mujizat demikian pula perayaan Yubileum 150 tahun diharapkan akan membawa hal yang sama kepada umat Katolik dan seluruh masyarakat Manado.
Sebelum melakukan prosesi, seluruh umat mendapat berkat dari bapa Uskup Leopoldo.
Walaupun disebut prosesi 15.000 lilin, namun umat yang mengikuti prosesi tersebut sebanyak puluhan ribu orang. Bahkan begitu rombongan umat pada deretan muka prosesi telah sampai kembali di depan altar, masih banyak rombongan umat yang menunggu giliran melakukan perarakan. Sepanjang prosesi tersebut, umat menyanyikan lagu-lagu Maria dan mendoakan doa Rosario. Walaupun hujan mengguyur kota Manado, tetapi umat tetap setia melakukan prosesi hingga tiba kembali di depan altar.
Setelah melakukan prosesi, Bapak Uskup Leopoldo kembali mengucapkan rasa sukacita dan bahagianya, karena begitu banyaknya umat yang mengikuti rangkaian misa perayaan Yubileum peringatan 150 tahun Penampakan Bunda Maria di Lourdes.
Setelah doa penutup pada sekitar jam 24.00, rombongan Bapa uskup dan gubernur kemudian meninggalkan lokasi perayaan.
Ave Maria
Maria Ave