Kamis, 31 Juli 2008

Ryan yang menghebohkan

Ryan alias Very Henyansyah bisa jadi merupakan orang yang sangat populer akir-akir ini. Pria yang berasal dari Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jatim ini menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan berantai yang hingga kini telah mencapai 11 orang korban.

Terungkapnya kasus pembunuhan berantai oleh Ryan ini berawal dari ditemukannya mayat korban mutilasi Heri Santoso di Ragunan Jakarta Selatan. Heri Santoso dibunuh Rian di Apartemen Margonda Residence pada hari Jumad tanggal 11 Juli 2008 dengan motif cemburu terhadap pasangan gaynya Noval yang ingin dikencani Heri Santoso.
Sadisnya Heri Santoso dibunuh Ryan dengan cara dimutilasi dalam keadaan hidup dan dimasukkan ke dalam koper.


Penyelidikan terhadap kasus mutilasi Heri Santoso ini kemudian membawa fakta baru bahwa ternyata pembunuhan terhadap Hery Santoso ini bukanlah pembunuhan yang pertama kali dilakukan Ryan. Hingga saat ini Ryan ternyata telah menghabiskan nyawa 11 orang dan oleh Rian, mayat-mayat korbannya dikuburkan di sekitar rumah orangtuanya di Dusun Maijo, Jombang.


Dari penampakannya yang kemayu, sulit rasanya untuk percaya bahwa Ryan adalah seorang pembunuh. Menurut saya, adalah butuh sebuah keberanian yang luar biasa untuk menghilangkan nyawa seseorang, untuk membunuh binatang saja tidak semua orang bisa lakukan, apalagi sesama manusia??

Melihat ciri-ciri Ryan yang sangat tenang dan tidak menyesal dengan perbuatannya, banyak yang mengatakan bahwa Ryan adalah seorang psikopat atau orang gila tanpa gangguan mental. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Kalo di Amrik, pembunuhan oleh seorang Psikopat tidak dihukum mati. para psikopat ini dimasukkan dalam penjara khusus psikopat untuk mendapatkan perawatan. Bagaimana dengan Indonesia? Karena di Indonesia belum ada UU khusus yang mengatur pembunuhan oleh psikopat, maka seorang psikopatpun tetap bisa terjerat hukuman mati. Jadi buat Ryan, hukuman mati menunggumu saudara...!

Sabtu, 26 Juli 2008

Beri aku sebuah jawaban

Aku capek
Kenapa semuanya seperti bertubi-tubi Kau berikan
Tidak taukah Kau bahwa kakiku sudah sangat kelelahan?
Tidak taukah Kau bahwa aku tidak sekuat yang Kau pikirkan?
Aku capek
Sebenarnya apa yang Kau mau dariku?
Aku lelah dengan segala misteriMu
Aku lelah untuk mengerti segala KehendakMu
Aku lelah dengan sikap diamMu
Beri aku sebuah jawaban...

Rabu, 16 Juli 2008

Manusia Kawat

Beberapa hari terakhir ini, kita sdikit dihebohkan dengan penyakit aneh bin ajaib manusia kawat dari Samarinda.
Ya, ibu Noorsyaidah namanya. Wanita 40 tahun ini mengidap suatu penyakit aneh nan ajaib. Dari perut ibu guru mengaji ini bermunculan kawat-kawat sepanjang limabelasan centimeter berwarna kecoklatan.
Memang begitu sulit diterima dengan nalar,bagaimana mungkin kawat bisa bermunculan dari dalam perut seseorang. Tidak ada diagnosa medis untuk penyakit yang diderita perempuan yang masih juga melajang ini. Dokter yang menanganinya mengatakan bahwa penyakitnya tersebut termasuk dalam kategori penyakit nonmedis, yang dengan kata orang-orang awam adalah hasil santet.
Sudah berbagai cara pengobatan diusahakan oleh ibu Noor, begitu ia biasa dipanggil. Bahkan pernah juga dilakukan operasi untuk mencabut kawat-kawat tersebut di Surabaya, tetapi sayangnya begitu ibu ini kembali ke Samarinda, kawat-kawat tersebut mulai bermunculan kembali dari perutnya.
Kalau misalnya dokter saja sudah tidak sanggup menyembuhkannya karena penyakitnya memang termasuk penyakit nonmedis, ya diobati dengan cara non medis juga, lantas bagaimana?
Pake santet yang lebih kuat? ke Banten? atau explore di Kalimantan sendiri, nyari orang Dayak yang katanya punya minyak bintang yang konon bisa nyembuhin berbagai macam penyakit.??
Ada berbagai pendapat dari berbagai kepala. Buat saya, ya iya pake cara non medis juga, tetapi bukan santet atau sejenisnya, gak perlu nyari suhunya suku Dayak atau jauh-jauh ke Banten, karena penyelesaian dengan santet gak akan pernah ada akhirnya. Hari ini kita punya santet yang lebih kuat kita akan menang, tetapi jika besok santet lawan yang lebih kuat, giliran kita yang kalah dan harus ada berapa banyak nyawa yang melayang??
Ada satu cara non medis yang sangat ampuh dan terkadang sering kita abaikan, adalah Iman.
Yakin saja padaNya, ya ini mungkin sulit karena Dia tidak kelihatan, sementara sosok dukun dapat tertangkap panca indera dengan jelas : berbaju hitam, kumis melintang, bercincin batu giok di jari manis, jimat-jimat bergelantungan di leher, kesimpulan : sangat mengesankan!.
Ya..semua kembali ke diri kita sendiri, jalan mana yang akan kita pilih, percaya kepada kekuatan seseorang yang adalah juga ciptaan atau pada Sang Pencipta itu sendiri?
Adakah tabib yang lebih ampuh dari Sang Tabib itu sendiri??
Hanya Iman yang kita punya
Iman yang cukup sebesar biji sesawi dan bahkan gunungpun bisa kita pindahkan.

Minggu, 13 Juli 2008

capek

capek..!!
habis olahraga nih,maen bulutangkis sama si nona ambon putih josephin he..sampek capek banget.aduh cuman segitu aje..masalahnya nih,aku tuh jaranggggggg banget olahraga, menghampiri gak pernah lah pokoknya.makanya tadi sekalinya olahraga badan pada pegel semua,tadi mandi aja ngangkat gayung susah. kalo udah gini,besok sore mesti dilanjutin lagi nih kalo gak mau berlama2 pegelnya. :))

Jumat, 11 Juli 2008

Ajarku Mengasihi

Ajarkan aku untuk bisa mengasihi
seperti Kau mengasihi aku dengan KasihMu
Yang murah hati,sabar dan tidak cemburu
Yang tidak memegahkan diri dan tidak sombong
Yang tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri
Yang tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain
Yang tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran
Kasih Yang sabar menanggung segala sesuatu.