Senin, 27 Agustus 2007

Ke Sidangole - Pulau Halmahera

Tanggal 24 Agustus 2007 jam 12.00 WIT kemarin, saya yang sedang berada di industri PT.Mangole Timber Producers di Mangole Maluku Utara ditelepon oleh atasan dari Manado. Beliau meminta saya untuk segera datang ke PT.Tunggal Agathis Indah Wood Industrie (Taiwi) di Sidangole Pulau Halmahera bagian Barat.
PT. Taiwi merupakan salah satu perusahaan kayu yang bersama-sama perusahaan tempat saya bekerja bernaung di bawah group perusahaan PT.Barito Pacific Tbk. dan kebetulan juga Direktur perusahaan tempat saya bekerja juga merupakan Direktur PT.Taiwi.
Saat ditelpon, atasan saya tidak memberitahukan secara pasti, dengan tujuan apa saya diminta datang ke Sidangole, beliau hanya meminta saya segera menyiapkan surat tugas dan segala keperluan pribadi yang cukup karena saya mungkin berada disana dalam jangka waktu yang cukup lama.
Setelah ditelpon, saya kemudian kembali ke mess untuk makan siang dan menyiapkan segala keperluan pribadi untuk keberangkatan saya. Kebetulan jam 4 sore ada jadwal kapal motor yang akan berangkat ke Ternate, maka semua persiapan dilakukan dengan expres. Jam 14.30 WIT saya kembali ke kantor mengurus segala administrasi dan biaya perjalanan dinas. Untungnya para staff bagian umum mau membantu mempercepat pengurusan administrasi.
Jam 4 sore saya kemudian berangkat ke pelabuhan Falabisahaya yang berada di dalam lokasi perusahaan tempat saya bekerja. Tiba di pelabuhan, saya dan para penumpang lainnya harus menunggu keberangkatan kapal sedikit lebih lama dari jadwal karena banyaknya muatan kapal. Oya di kapal saya bertemu pa Thomas Noya dari camp HTI Mandafuhi yang ternyata bersama saya dipanggil atasan kami ke PT.Taiwi.
wah..ternyata saya tidak sendiri berangkat ke Sidangole, lumayanlah ada yang bisa diajak tukar pikiran.
Jam 17.00 WIT bel panjang tanda kapal segera diberangkatkan berbunyi dan saat itu baru saya menyadari bahwa Kodak digital saya ketinggalan di dalam laci di kamar. Mau kembali ke mess sudah tidak mungkin rasanya, terpaksa perjalanan saya kali ini tanpa si teman setia perjalanan dan si merah N76 boleh bersorak ria karena kameranya yang akan saya andalkan untuk mengabadikan moment.
Baru sekitar 15 menit meninggalkan pelabuhan Falabisahaya, ombak sudah dengan senangnya menghantam kapal KM Intim Teratai yang saya tumpangi. Karena perut saya tidak pernah bisa beradaptasi dengan hantaman ombak saya lalu segera makan dan minum antimo dan langsung terbang ke alam tidur.

Pelayaran ke Ternate yang biasanya ditempuh dalam waktu 10 jam, saat itu harus menelan waktu selama 12 jam. Tanggal 25 Agustus Jam 05.00 WIT kami tiba di Ternate. Di sana pegawai dari kantor perwakilan Ternate sudah menjemput kami. Kami lalu di bawa ke kantor Ternate untuk minum dan sarapan pagi.
Setelah beristirahat sebentar, jam 08.00 kami lalu diantar kembali ke pelabuhan untuk berangkat kembali ke Sidangole. Di Pelabuhan Speed boat PT.Taiwi sudah menunggu untuk menjemput saya dan pa Thomas.
Perjalanan dari Ternate ke Sidangole ditempuh dalam waktu 45 menit. Waktu yang Cuma sebentar itu saya pergunakan sebaik2nya untuk menikmati pemandangan di sepanjang pesisir pantai.
Tiba di pelabuhan perusahaan PT.Taiwi di Sidangole kami sudah ditunggu oleh seorang sopir yang kemudian langsung mengantar kami ke kantor PSDA PT.Taiwi. Tiba di sana kami baru diberitahu bahwa atasan saya ternyata pagi hari tadi sudah berangkat ke Surabaya karena ada urusan keluarga yang sangat mendadak. Kami kemudian hanya bertemu dengan bapak Subyiantoro selaku Kepala Bidang PSDA. Pa Subyiantoro ini kemudian baru menjelaskan ternyata maksud kami dipanggil adalah untuk kemudian akan ditugaskan ke PT.Barito Nusantara Indah (BNI) sebuah perusahaan HPH anak perusahaan Barito Pacific Tbk.juga yang berada di Kalimantan Timur pada tanggal 28 Agustus 2008. Selain kami juga akan berangkat bersama kami Pa Broto dari PT.Taiwi. Kami diberangkatkan ke sana dalam rangka membantu persiapan PT.BNI dalam rangka penilaian Pengusahaan Hutan Alam Produksi Lestari (PHPL) oleh Lembaga Penilai Independen.
Wah..wah..saya dan Pa Tomas sangat-sangat terkejut, karena sebelumnya kami sama sekali tidak menyangka akan ditugaskan jauh ke Kalimantan dan saya tidak memiliki persiapan yang cukup untuk masuk camp, tetapi di satu sisi saya juga senang karena telah lama saya berkeinginan pergi ke Kalimantan Timur dan minum air sungai Mahakam. Sebenarnya tahun 2002 saya juga pernah menginjakkan kaki di Pontianak Kalimantan Barat, tetapi belum pernah sampai ke Sungai Mahakam.
Setelah lama berbincang dengan Pa Subyantoro kami lalu diantar ke Mess Taiwan untuk beristirahat dan baru akan meneruskan perjalanan ke Manado dan kemuddian Balikpapan pada tanggal 27 Agustus 2008.
Sesuai dengan namanya, ternyata mess ini ditempati oleh orang2 Taiwan yang bekerja di PT.Taiwi. Awalnya bapak2 Taiwan ini terkesan tertutup, tetapi setelah kami ikut bergabung bersama mereka di ruang tv baru ketahuan ternyata mereka asyik-asyik juga. Kami kemudian berbincang tentang banyak hal, tentang kesan mereka bekerja di PT.Taiwi dengan suasana kehidupan yang fanatic (mayoritas karyawan beragama islam), tentang bagaimana bedanya suasana tersebut dengan kehidupan di negara mereka sendiri atau juga dengan kota-kota lain di Indonesia seperti Balikpapan.
O ya bapak-bapak ini ternyata sudah banyak mengunjungi daerah2 di Indonesia, bahkan mereka pernah juga sampai ke Papua dan dari semua daerah2 tersebut, kehidupan keagamaan yang paling fanatic adalah di Maluku Utara. Mereka sendiri sebenarnya sudah sangat ingin pindah dari PT.Taiwi hanya saja Owner Perusahaan ini di Jakarta masih meminta untuk bertahan.
Perbincangan kami juga menjalar sampai ke hal-hal pribadi seperti keluarga dan kehidupan masyarakat Indonesia ataupun Malaysia di perbatangan Kalimantan Barat Engrikang. Ngobrol dengan bapak2 ini seru juga, bahasa Indonesia mereka yang terpata-patah dan dicampur dengan English memberi keseruan tersendiri.

Dua hari berada di Halmahera, saya juga menyempatkan diri untuk berjalan2 di sekitar daerah industri PT.Taiwi, maklum saja ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Pulau ini. Mess Taiwan yang kami tempati tepat berada di pinggir pantai. Merasakan tiupan angin laut di bawah rimbunan pohon2 cemara adalah sutu kenikmatan tersendiri. O ya di PT.Taiwi ini lingkungannya sangat bersih, setiap pagi ada petugas kebersihan yang membersihkan lingkungan yang banyak ditumbuhi oleh pohon cemara. Jalan di dalam lingkungan perusahaan juga semuanya sudah teraspal sehingga memberi kesan bersih. Hal ini menjadi salah satu perbedaaan antara lingkungan perusaaan PT.Taiwi dengan PT.Mangtip tempat saya bekerja. Kalau di kompleks PT.Mangtip, hanya jalan2 di dalam pabrik yang teraspal sedangkan di luar pabrik hanya diperkeras dengan quary.
Hal lain yang membedakan adalah luas kompleks perusahaan. PT.Taiwi memiliki lahan pabrik maupun kompleks perusahaan yang tidak begitu luas. Dari pengamatan saya pula terlihat mess karyawan ataupun Direksi PT.Taiwi tidaklah sebagus mess karyawan ataupun bumi SBK milik PT.Mangtip. Untuk kesejahteraan karyawan, indicator yang diam2 saya amati adalah makanan dan masalah PHK.
Menu makanan di PT.Taiwi enak2 dan bervariatif, lauknya ada 3 jenis, berbeda dengan PT.Mangtip yang cuman
2 (tukang makan nich.. J). Tentang pengurusan PHK baik oleh perusahaan maupun atas kemauan dari karyawan, PT.Taiwi memberlakukan pembayaran pesangon dikali 2. (paling bikin siryk nich.. J)
Terlepas dari semua perbedaan perusahaan saya dengan perusahaan sepupu, mengunjungi PT.Taiwi memberikan kesenangan tersendiri buat saya (wah..akhirnya menginjakkan kaki ke Halmahera.. J), setidaknya ini mengurangi jatah menginjakkan kaki di Pulau2 Indonesia J.
Setelah menghabiskan waktu dua hari di Halmahera, tanggal 27 Agustus jam 08.00 WIT, saya bersama pak Broto dan pa Thomas, berangkat ke Ternate dengan speed boat, untuk kemudian mengambil penerbangan ke Manado.

Pulang Ke Manado
Penerbangan dari Bandara Sultan Babbulah Ternate ke Bandara Sam Ratulangi Manado ditempuh dalam waktu 45 menit. Dari Ternate, kami berangkat pada pukul 15.00 WIT. Karena Ternate dan Manado berada pada zona waktu yang berbeda, maka kami tiba di Manado pada pukul 14.45 WITA. Tiba di Manado, kami telah dijemput oleh pa Muksin dari perwakilan PT.Taiwi di Manado. Dari bandara kami kemudian di antar ke Hotel, sebenarnya saya ingin nginap di mess, tetapi karena kami satu tim, maka saya dan pa Thomas mengalah untuk menemani pa Broto di Hotel. Setelah tiba di Hotel dan beristirahat sebentar, saya dan Pa Thomas kemudian pergi ke Kantor kami di jalan Yos Sudarso Paal Dua Manado dan juga mengunjungi mess yang hanya terletak di belakang kantor.
Setelah melapor ke atasan saya dan ngobrol dikit sama teman2 (gak boleh lama2, ntar ngeganggu kerjaan mereka J), saya menyempatkan diri untuk ngeblog dan menulis catatan kecil ini. Jam 16.30 WITA, jam kantor selesai, setelah ngunjungi mess sejenak, saya dan pa Thomas kemudian jalan2 dan makan untuk selanjutkan pulang kembali ke hotel pada jam 21.00 WITA. Menyiapkan otot2 untuk melanjutkan perjalanan esok hari tanggal 28 Agustus 2007 jam 07.00 WITA menuju ke Balikpapan dan Samarinda.
Borneo…I will Come……….!!!!

Kamis, 23 Agustus 2007

MelayaniNya sepenuh hati

Merasakan pelayanan dari seorang Pastor kepada GerejaNya baru saya alami di Paroki Santa Maria Immaculata Falabisahaya Kabupaten Kepulauan Sula Propinsi Maluku Utara.
Paroki ini dipimpin oleh seorang Pastor Kepala yakni Pastor Anton Kewole Lerek,Pr dan seorang pastor pembantu Pastor Thomas Ratuanak, Pr. Paroki ini meliputi tiga pulau yakni Mangole,Taliabu dan Sulabesi.
Wilayah yang luas membuat tidak semua umat dalam seminggunya dapat dilayani oleh kedua Pastor.
Dalam seminggu kedua secara bergantian melayani umat di Paroki induk dan juga tourney untuk melayani umat di stasi-stasi. Di Paroki induk Falabisahaya, pastor tidak hanya melayani umat pada saat perayaan ekaristi di hari minggu, tetapi juga ada jadwal kunjungan pastor ke setiap rukun doa dan kelompok kategorial seperti OMK,SKAMI,WKRI,Kaum Bapa,Legio,Karismatik, dsb. Tourney atau kunjungan ke stasi-stasi, dilakukan oleh pastor bersama rombongan umat yang ingin ikut serta. Biasanya sebelum melakukan tourney,pastor akan mengumumkan di Gereja tentang rencana tourney,bagi umat yang tertarik bisa ikut serta dengan rombongan pastor, atau sekedar menyumbangkan pakaian atau makanan buat stasi yang akan dikunjungi.

Karena berada di wilayah kepualauan,maka transportasi yang banayak digunakan saat tourney adalah transportasi laut. untungnya di Gereja ada sebuah speedboat sumbangan dari umat, walaupun kadang-kadang untukdaerah yang terlalu jauh,pastor dan rombongan harus tetap menggunakan kapal motor. Ombak yang sering tak menentu,juga aksesibilitas stasi tertentu yang sangat sulit tidak menjadi halangan bagi pastor dan rombongan untuk terus melayani.

Hubungan antara Pastor dan umat tidak hanya terbatas pada pelayanan rohani seperti di atas,ada banyak hal-hal lain yang dilakukan pastor bersama umat, mulai dari sekedar diskusi,ngobrol,kerja bakti bersama di Gereja,berburu,atau main kartu. Pastor menempatkan dirinya tidak hanya sebagai pemimpin umat, tetapi juga sebagai seorang teman.Tak heran bahwa setiap malam pastoran tidak pernah sepi dari umat. Tidak ada kecanggungan antara umat dan pastor yang banyak saya temukan di wilayah lain. Yang paling penting, Pastor memberikan suatu teladan kepada umat melalui perbuatan, kata-kata dan pelayanannya kepada Gereja.


Saat Tourney di Wainanas dengan suku Kadai, suku asli pulau Taliabu

Senin, 20 Agustus 2007

17 belasan

Habis liburan panjang nee..puas...puas..

oya kemeriahan perayaan 17-an masih terasa sampai sekarang. Ada berbagai pertandingan yang digelar oleh panitia perayaan, mulai dari sepak bola, Volly, Bulu tangkis, Takraw dan lomba2 seni seperti karaoke, vokal group, poco2, gerak jalan, karnaval, sepeda indah dan lain-lain. Sayangnya ada kegiatan yang tidak berjalan dengan mulus, seperti sepak bola, tetap aja ada yang namanya kisruh, baik antar pemain, maupun antar suporter. Budaya kisruh sepertinya sudah melekat dengan masyarakat kita, mentalnya belum siap menerima menang-kalah secara jujur.

Panitia perayaan juga banyak menuai protes, pasalnya panitia banyak meresahkan masyarakat dengan dana perayaan kegiatan. Tidak hanya menarik sumbangan kegiatan yang besarannya sudah dipatok kepada pengusaha dan masyarakat, tetapi untuk menyaksikan pertandingan bola kaki masyarakat juga harus membayar karcis. selain itu untuk lomba kesenian, sistem penilaiannya tidak menggunakan juri tetapi dengan menjual kupon, jadi jika seorang peserta ingin menang, dia harus membeli kupon kepada panitia yang dijual Rp.500 sebanyak2nya. Ya sistemnya tidak berbeda jauh dengan idol, hanya saja ini kurang cocok untuk diterapkan di masyarakat dalam perayaan 17-an. Untuk penyediaan piala bagi setiap juara perlombaan, panitia juga masih harus membebankannya kepada setiap sekolah. Jadi timbul pertanyaan, sebenarnya dana kepanitiaan digunakan untuk apa?? penggunaan dana oleh panitia memang sangat tidak transparan, dan ini menjadi sulit untuk ditentang karena semua muspika tergabung dalam kepanitiaan.

Rencananya semua rangkaian kegiatan 17-an agustus ini akan ditutup pada tanggal 27 agustus pekan depan, yang sekaligus sebagai acara penyerahan hadian dan makan bersama seluruh masyarakat. Ya slogannya terdengar indah, tetapi dalam agendanya makanan yang disediakan hanya sebayak 500 dus snack untuk 500 undangan, jadi lebih cocok dikatakan sebagai makan snack seluruh panitia dan muspika, bukan masyarakat.

Ya sangat disayangkan kejadian seperti ini, apalagi ini dalam kegiatan perayaan HUT bangsa, Lagi dan lagi masyarakat hanya sebagai penonton.

Mengenal Bagang

Bagang


Bagi yang pernah jalan-jalan ke perairan Sulawesi, pasti sering melihat bangunan seperti terlihat pada foto di atas.
Ya, bangunan tersebut dinamankan bagang. Bagang adalah bangunan penangkap ikan tradisional masyarakat Bugis yang berada ditengah laut. Ada 2 jenis bagang yakni bagang tancap dan bagang terapung. Bagang tancap adalah bagang yang tiang-tiangnya ditancapkan di dasar laut sehingga tidak dapat berpindah-pindah, sedangkan bagang terapung hanya didirikan di atas perahu sehingga dapat dipindah-pindahkan. Yang kita liat pada gambar di atas adalah bagang tancap.

Bagang tancap terdiri dari beberapa bagian utama. Yang pertama adalah kaki-kaki bagang yang terbuat dari bambu-bambu besar dan terletak pada keempat sudut bagang serta pada kedua sisinya. Kaki-kaki bagang dikaitkan pada jangkar yang ditanam pada arah keempat kaki-kaki bagang.Kaki-kaki bagang ini berfungsi sebagai penyeimbang agar bangunan bagang dapat berdiri tegak. Kaki-kaki Bagang ini kemudian dihubungkan dengan bambu-bambu yang diikat pada ujung-ujungnya, selain berfungsi sebagai lantai, juga membuat bangunan bagang semakin kokoh. Dari sisi-sisi bagang ini kemudian masih dipasangkan bambu yang mencuat ke atas membentuk segitiga.
Di atas lantai bagang ini kemudian dibuat sebuah pondok kecil untuk tempat istirahat penjaga bagang.

Bagian lain dari bangunan bagang ini adalah jaring. Jaring dipasang dibawah lantai bagang, dan keempat sisinya diikatkan pada bambu yang ditancapkan ke dasar laut, agar jaring ini dapat tetap seimbang ketika dinaikkan ataupun diturunkan.Jaring ini luasnya disesuaikan dengan luas bagang.Jaring berfungsi untuk menjaring ikan-ikan. Untuk menaikkan dan menurunkan jaring ini, dibuat sebuah alat pemutar yang dipasang di salah satu sisi bagang.
Bagian keempat dari bangunan bagang ini adalah lampu petromaks yang dipasang sedemikian rupa hingga menyoroti jaring penangkap ikan dan berfungsi sebagai pencahayaan.

Cara kerja bangunan bagang ini sangat sederhana, dengan menggunakan asumsi bahwa ikan-ikan laut memiliki daya tarik terhadap cahaya. Pada malam hari,lampu petromaks dinyalakan. Karena adanya cahaya ikan-ikan kemudian bermain di sekitar cahaya tersebut dan masuk ke dalam jaring. Jika jaring telah penuh dengan ikan-ikan, maka jaring tersebut kemudian diangkat ke atas dengan alat pemutar yang dipasang pada salah satu sisi bagang, demikian seterusnya.
Untuk bagang terapung pembuatannya hampir sama dengan bagang tancap hanya saja, untuk bagang terapung proses pembuatannya dilakukan di darat, setelah selesai baru kemudian didorong ke laut dengan menggunakan perahu.
Tekhnologi bagang ini merupakan sebuah wujud kemampuan adaptip yang dimiliki masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan alamnya, dan itu semua merupakan hasil dari proses akumulatif yang melewati waktu panjang hingga mencapai wujudnya seperti sekarang ini.


Gerejaku tambah cantik...

Gerejaku tambah cantik euh..Selama ini kan gerejanya dicat ulang, nah bagian dalamnya tuh udah rampung sekarang tinggal bagian luarnya.
Kemarin sore OMK dan semua umat bekerja bersihin gereja bagian luar dalam dalam. Yang sedikit susah tuh bersihin sisa2 cat dalam gereja yakni di kursi2 dan di lantai gereja, maklum saja kegiatan pengecetan sudah dimulai sejak 3 minggu yang lalu, jadi ceceran catnya sudah cukup susah untuk dibersihkan.
Hasilnya, bagian dalam gereja sudah keliatan tambah cantik sekarang, aslinya memang sudah cantik kok.... :)Sayangnya belum sempat saya ambil gambarnya, nanti mmenyusul saja ya...

Kamis, 16 Agustus 2007

Lagi BT

Wadoh....Lagi BT bener aku hari ini, sama manusia karbitan di kantorku.
Bayangkan saja penderitaanku (sengaja didramatisir ya...)
Ngga bisa ngefrienster
Ngga bisa Chat di YM
Mau log in ke Blogger gagal terus
BT kan??? Heran juga kerjaan manusia karbitan dari neraka kali ye...akhir minggu gini kan kerjaan kurang, masa situs2 tersebut di atas harus diblokir pula
Bagaimana komentar saudara-saudari sekalian????

Rabu, 08 Agustus 2007

Danau Tolire Ternate


Danau Tolire dari udara

Jalan-jalan ke Ternate tidaklah lengkap tanpa mengunjungi Danau Tolire. yang terletak di bawah kaki Gunung Gamalama. Danau Tolire ini ada 2 macam, yakni danau Tolire besar dan Kecil. Kedua danau tersebut berjarak kira-kira 300 meter. Kedua danau tersebut sangat indah, dan berwarna hijau kecoklatan, ini mungkin karena pantulan dari pohon-pohon yang tumbuh subur di sekeliling Danau.

Tak ada yang tau pasti kedalaman danau ini, ada yang bilang sampai berkilo-kilo kedalamannya. Katanya sich jika kita melempar batu ke dalam danau ini, tidak akan pernah mencapai permukaan danau, tetapi ini hanya mitos yang berkembang dalam masyarakat untuk menggambarkan kedalaman danau, karena saya sendiri pernah mencoba dan ternyata batu lemparan saya tersebut bisa mencapai permukaan danau. Diyakini pula, Danau Tolire ini dihuni oleh siluman buaya, makanya tak heran jika tidak ada masyarakat yang berani menangkap ikan atau mandi di danau itu, dulu pernah ada wisatawan yang nekat turun dan berenang di Danau ini tapi kemudian ia hilang begitu saja, dan masyarakat setempat percaya wisatawan itu dimakan buaya siluman .
Selain mempercayai adanya siluman, masyarakat setempat juga mempercayai bahwa di dasar Danau Tolire banyak terdapat harta benda berharga milik masyarakat setempat yang dibuang ke Danau secara sengaja agar tidak diambil penjajah dahulu, tetapi sampai saat ini belum ada lembaga ataupun institusi yang meneliti tentang kebenaran hal tersebut.

Ada legenda yang hidup dalam masyarakat tentang asal-usul danau Tolire. Diceritakan bahwa pada jaman dahulu ada seorang bapak yang menghamili anak gadisnya. Karena malu, anak gadisnya tersebut lari dari kampung, tetapi sementara ia lari dari kampung, baik si ayah maupun anak gadisnya mendapat kutukan dari Tuhan. Tanah tempat mereka berdiri anjlok dan berubah menjadi danau. Tanah tempat si ayah berdiri berubah menjadi danau Tolire besar dan tanah tempat si anak gadis berdiri berubah menjadi danau Tolire kecil. Walaupun hanya sekedar legenda, tetapi cerita ini sangat diyakini oleh masyarakat Ternate hingga saat ini.

Terlepas dari legenda yang dimilikinya, pantai ini memang layak dikunjungi, sayangnya belum banyak fasilitas umum yang tersedia di kawasan tersebut. Di sepanjang perjalanan menuju danau Tolire kita bisa menikmati pemandangan di bawah kaki gunung Gamalama dan pohon-pohon kelapa di kiri kanan jalan.
Penasaran ingin menikmati keindahan danau ini?? datang saja ke Ternate, dari pusat kota ke danau tersebut ditempuh hanya dalam waktu 20 menitan, kita bisa menyewa mobil atau hanya dengan menggunakan ojek Rp. 10.000, murah bukan??

Danau Tolire besar

Selasa, 07 Agustus 2007

Who Moved My Cheese? : A Movie

Beberapa waktu yang lalu, atasan saya getol banget menyebarkan film ini ke seluruh karyawan perusahaan tempat saya bekerja. Di setiap kesempatan seperti misalnya dalam meeting, selalau diakhiri dengan pemutaran film ini. Saking seringnya diputar, saya hafal betul jalan ceritanya bahkan dialog-dialog dalam film ini.

Film Who Moved My Cheese? Ini diangkat dari buku best seller dengan judul yang sama karangan Spencer Johnson.
Film ini bercerita tentang empat tokoh yang mencerminkan karakter sebagian orang dalam kehidupan sehari-hari. Keempat tokoh tersebut adalah dua tikus bernama Sniff dan Scurry serta dua kurcaci bernama Hem dan Haw.
Dalam film ini diceritakan bagaimana keempat karakter tersebut di atas menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan.
Diceritakan dengan sangat ringan, film ini sangat memotivasi dan mengajak kita untuk bisa selalu peka terhadap setiap perubahan dalam kehidupan kita.


Ok selamat menyelam dengan film ini dan semoga film ini bisa bermanfaat.


Ps.Termasuk dalam karakter manakah kita? Semoga bukan karakter Hem ya.. :-)




Senin, 06 Agustus 2007

Kaktus

Wah...
Aku lagi tergila-gila sama kaktus nich..
Di sini ada berbagai jenis kaktus yang baru kutemuin, ada yang bentuknya kayak tongkat, ada juga yang bentuknya kayak keris, trus ada juga yang bekutil-kutil...wah... jenis2nya lucu dan unik, dan melihara kaktus gak ada susahnya sedikitpun, apalagi buat aku yang jarang menetap, melihara kaktus sepertinya sangat pas, soalnya kaktus ngga perlu sering disiram, kebanyakan air malah bisa busuk dan mati, Sebab, kaktus dikenal dengan tanaman sukulen, mampu menyimpan air pada batangnya. Cukup disiram saat pot terlihat sudah kering.
Tumbuhan kaktus berasal dari dataran tandus seperti Amerika Selatan dan Meksiko. Daerah-daerah itu punya curah hujan rendah dengan frekuensi yang tak tentu. Perubahan suhu yang ada pun sangat ekstrem. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kaktus itu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, Kanada Utara sampai ke Kepulauan Galapagos, di Pasifik dan Kepulauan tropis di India Timur dan Karibia.
Kaktus berasal dari kata Yunani kaktos. Artinya, tanaman berduri. Tanaman kaktus sudah ada dari sekitar 100 juta tahun lalu. Dulu kaktus punya bentuk tubuh yang tinggi. Lalu karena letusan gunung berapi kaktus juga ikut punah akibat kegiatan vulkanik. Namun setelah itu muncul kembali kaktus tetapi dengan bentuk yang lebih pendek seperti yang kita jumpai sekarang.
Wilayah hidup kaktus amat beragam, mulai dari daerah pantai sampai ke pegunungan.Kaktus memang mudah melakukan adaptasi dengan lingkungannya.
Di Indonesia, kaktus pertamakali diperkenalkan oleh para penjajah Belanda yang datang ke Indonesia membawa bibit kaktus.





Drama Paskah OMK

Pada Perayaan Paskah Kristus yang lalu Orang Muda Katholik (OMK) St.Alberthus Magnus paroki St.Maria Immaculata Falabisahaya, mendapat tugas untuk mendramakan prosesi jalan salib Kristus.
Karena keputusan untuk didramakan oleh kaum muda baru sekitar 2 minggu sebelum perayaan paskah, maka waktu 2 minggu tersebut kemudian digunakan sebaik-baiknya untuk latihan. Sebelum memulai latihan OMK bersama-sama pastor dan pembina OMK menyaksikan film kisah Passion Of The Christ. Diharapkan OMK bisa mendalami karakteristiknya masing-masing sesuai dengan perannya.
Sesi latihan dipimpin langsung oleh Pastor dan Pembina OMK ka Ani Rahwarin. Bagi anggota OMK yang pernah mengikuti drama paskah ini sebelumnya, mungkin tidak begitu sulit untuk memerankan perannya, tetapi bagi yang masih awam, menjadi kesulitan tersendiri, apalagi banyak yang malu-malu dan susah menghafal dialog. Belum lagi masalah disiplin waktu, sering sekali terjadi bahwa latihan harus mundur sampai 1 jam, karena belum semua pemain hadir. Untunglah Pastor dan juga pembina OMK sangat sabar menghadapi OMK, walaupun kadang-kadang mereka sedikit cerewet juga :)
Ketika Tiba hari Jumad Agung, hampir semua OMK deg-degan, saya sendiri juga merasakan hal yang sama, bukan karena apa-apa, tetapi ini bukanlah drama biasa tetapi kita mendramakan prosesi sengsara Kristus, kita harus benar-benar bisa menghayatinya, apalagi ini merupakan pengalaman pertama bagi saya. Sebelum misa dimulai, pastor mengajak semua OMK untuk berdoa bersama meminta penyertaan Tuhan. saya sendiri karena mendapat peran sebagai Bunda Kristus, terus berdoa memohon bantuan Ibu Maria agar saya bisa merasakan apa yang dirasakan Maria ketika Putranya disalib
Holy Mary??

Begitu dimulai semua perasaan deg-degan seperti hilang, semua umat juga terhanyut dalam suasana yang diciptakan, bahkan bisa dibilang semua umat yang hadir meneteskan air mata (pastor sendiri juga sampai menangis lho...) Ya...Puji Tuhan...walau masih ada kekurangan tetapi secara umum drama tersebut dapat berjalan dengan lancar, dan penjiwaan karakter semua teman-teman sudah bagus, dan ini semua berkat campur tangan Tuhan, dan tentu juga tidak terlepas dari bimbingan Pastor dan Pembina OMK


Yesus di Hadapan Pilatus

Setelah misa selesai OMK bersama pastor juga berdoa bersama dan bersalaman, para Dewan juga memuji lho drama OMK tersebut :) Jadi drama tersebut bisa dibilang sukses berat he..(narsis)...Buat para produser dan sutradara yang mencari bakat-bakat baru, boleh menghubungi sekret OMK Falabisahaya ya....:)

Para pengurus OMK bersama pembina OMK





"Pujilah Tuhan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu......"

Seperti

SEPERTI TEDUH…

KALA DIRI MELEBUR DALAM ALAM
YANG TERCIPTA OLEH KEHADIRAN SEORANG JIWA
SEPERTI HUJAN SORE…
SETELAH ATMOSFER BERTEMPUR DENGAN DEBU
WAKTU DIA DENGARKAN AKU BERCERITA
DIA TAK BERBUAT LEBIH
DIA HANYA SEBUAH JIWA
TAPI DIA ADA
DAN HADIR
DAN DIA MENGERTI…

Pada Sebuah kisah

Pada sebuah kisah
Kau beri perbedaan atas makna
Kau ukirkan pelangi dalam langit sukma
Lalu ada kisah....
Saat kau memaksaku meneguk kabut hitam
Mengecup ratapku yang campur darah
Kau buatku sadar
Kalau kau hanya budak nafsu
Hai jahanamku.........

Bergabung dalam Orang Muda Katholik

Di Maluku Utara yakni di Falabisahaya Pulau Mangole, dalam kompleks perusahaan tempat saya bekerja terdapat sebuah gereja, yakni gereja Paroki St.Maria Immaculata Falabisahaya.
Wilayah Paroki ini mencakup tiga pulau besar di kabupaten Kepulauan Sula yakni pulau Mangole, Taliabu dan Sulabesi. Paroki ini dipimpin oleh seorang pastor kepala yakni Pst.Anton Kewole Lerek, Pr dan seorang pastor pembantu yakni Pst.Thomas Ratuanak,Pr. Walaupun berada dalam kompleks perusahaan tetapi umat yang menggunakan gereje ini umumnya adalah masyarakat luar selain karyaan perusahaan, maklum karyawan yang beragama katholik tidak begitu banyak. umat katholik di paroki ini umumnya adalah pendatang yang sudah lama menetap di Falabisahaya. Mereka berasal dari Flores, Sulawesi, Maluku Tenggara dan Jawa.

Untuk pembinaan iman umat, di paroki ini terdapat beberapa kelompok kategorial seperti Karismatik, legio Maria, Kaum Bapa, WKRI, persekutuan anak-anak (SKAMI) dan juga Orang Muda Katholik (OMK). Saya sendiri tergabung ke dalam kelompok OMK. Anggota OMK umumnya adalah anak-anak sekolah (SMP dan SMA), sementara yang sudah bekerja tidak begitu banyak. Sebenarnya ada banyak anak muda yang belum menikah dan sudah bekerja tetapi tidak aktif dalam kegiatan OMK, mereka beralasan sudah terlalu tua atau ada juga yang beralasan terlalu sibuk bekerja sehingga sudah tidak sempat mengikuti OMK.

Organisasi OMK gereja St.Maria Imaculata ini bernama OMK St.Albertus Magnus. Struktur organisasinya terdiri dari seorang ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi, yakni seksi olahraga, seksi liturgi, seksi usaha dana, dan seksi humas. Ada juga seorang pembina OMK yakni seorang katekis yang ditugaskan khusus untuk membina semua kegiatan OMK. Kegiatan yang dilakukan OMK ada yang bersifat rutin ada pula yang tidak. Semua rencana kegiatan dibuat bersama melalui rapat pengurus OMK setiap tahunnya. Jadi dalam setiap tahunnya dibuat rencana kegiatan OMK baik yang bersifat rutin ataupun tidak dari setiap seksi. Seksi liturgi misalnya memiliki kegiatan rutin yakni ibadah OMK setiap hari sabtu malam dan kegiatan yang bersifat tidak rutin seperti rekoleksi, KKR, Pelatihan memimpin ibadah, Koor, Doa bersama pemuda gereja lain, Tourney (berkunjung ke stasi) bersama pastor dan kegiatan-kegiatan lainnya. Seksi usaha dana kegiatannya disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan seksi lain, yang membutuhkan dana.misalnya saja untuk kegiatan rekoleksi yang diadakan seksi liturgi, seksi usaha dana melakukan pencarian dana untuk mencukupi kebutuhan dana yang berhubungan dengan kegiatan rekoleksi tersebut. Kegiatan pencarian dana yang sering dilakukan seperti : Membuat dan menjual kue-kue, nasi jaha, daging RW dan babi, pameri lahan, pembuatan proposal dan sebagainya. Kegiatan seksi olahraga seperti olahraga bersama (Volly dan sepak bola), sedangkan seksi humas kegiatan rutinnya yakni pembuatan majalah dinding setiap bulannya dan mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan publikasi kegiatan dan koordinasi dengan kelompok kategorial lain ataupun dengan pastor dan dewan paroki.

Dalam setiap kegiatan yang dilakukan OMK, selalu didampingi oleh pastor paroki, kecuali jika memang pastor berhalangan untuk hadir, dan hal tersebut membuat OMK dan pastor memiliki kedekatan secara emosional tidak hanya hubungan sebatas pastor sebagai perantara antar Tuhan dan OMK, tetapi pastor juga bisa menempatkan dirinya sebagai teman. Sesuatu hal dari sisi lain seorang pastor yang baru saya rasakan di tempat ini, bahwa pastor di sini benar-benar mengabdikan dirinya untuk melayani.

dgn teman2 Orang Muda Katholik Falabisahaya

Secara umum OMK di paroki ini cukup aktif dan kompak walaupun kadang-kadang harus ekstra didorong dan dimotovasi untuk terus maju. Semoga saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh OMK St.Alberthus Magnus bisa dijadikan contoh oleh orang-orang muda di paroki lain, bahwa yang kecil dan yang jauh dari kemajuan bisa sangat maju dalam melayani Tuhan.

Aku, Kau dan Dia

KAU…
DATANG…SEDERHANA…
MENGGUGAH…..BERI WARNA…CIPTA NUANSA….

AKU….
TERPERANJAT…….MENGAGUM…..COBA GAPAI….
TAK TERSENTUH…….

DIA….
TERLIHAT….
TERSENYUM…….MENGGODA…..

KAU………
TERTEGUN…...BERPALING…….HAMPIRI….

AKU….
TERPURUK……BEKU….
AKU MUNDUR….