Kamis, 23 Agustus 2007

MelayaniNya sepenuh hati

Merasakan pelayanan dari seorang Pastor kepada GerejaNya baru saya alami di Paroki Santa Maria Immaculata Falabisahaya Kabupaten Kepulauan Sula Propinsi Maluku Utara.
Paroki ini dipimpin oleh seorang Pastor Kepala yakni Pastor Anton Kewole Lerek,Pr dan seorang pastor pembantu Pastor Thomas Ratuanak, Pr. Paroki ini meliputi tiga pulau yakni Mangole,Taliabu dan Sulabesi.
Wilayah yang luas membuat tidak semua umat dalam seminggunya dapat dilayani oleh kedua Pastor.
Dalam seminggu kedua secara bergantian melayani umat di Paroki induk dan juga tourney untuk melayani umat di stasi-stasi. Di Paroki induk Falabisahaya, pastor tidak hanya melayani umat pada saat perayaan ekaristi di hari minggu, tetapi juga ada jadwal kunjungan pastor ke setiap rukun doa dan kelompok kategorial seperti OMK,SKAMI,WKRI,Kaum Bapa,Legio,Karismatik, dsb. Tourney atau kunjungan ke stasi-stasi, dilakukan oleh pastor bersama rombongan umat yang ingin ikut serta. Biasanya sebelum melakukan tourney,pastor akan mengumumkan di Gereja tentang rencana tourney,bagi umat yang tertarik bisa ikut serta dengan rombongan pastor, atau sekedar menyumbangkan pakaian atau makanan buat stasi yang akan dikunjungi.

Karena berada di wilayah kepualauan,maka transportasi yang banayak digunakan saat tourney adalah transportasi laut. untungnya di Gereja ada sebuah speedboat sumbangan dari umat, walaupun kadang-kadang untukdaerah yang terlalu jauh,pastor dan rombongan harus tetap menggunakan kapal motor. Ombak yang sering tak menentu,juga aksesibilitas stasi tertentu yang sangat sulit tidak menjadi halangan bagi pastor dan rombongan untuk terus melayani.

Hubungan antara Pastor dan umat tidak hanya terbatas pada pelayanan rohani seperti di atas,ada banyak hal-hal lain yang dilakukan pastor bersama umat, mulai dari sekedar diskusi,ngobrol,kerja bakti bersama di Gereja,berburu,atau main kartu. Pastor menempatkan dirinya tidak hanya sebagai pemimpin umat, tetapi juga sebagai seorang teman.Tak heran bahwa setiap malam pastoran tidak pernah sepi dari umat. Tidak ada kecanggungan antara umat dan pastor yang banyak saya temukan di wilayah lain. Yang paling penting, Pastor memberikan suatu teladan kepada umat melalui perbuatan, kata-kata dan pelayanannya kepada Gereja.


Saat Tourney di Wainanas dengan suku Kadai, suku asli pulau Taliabu

Tidak ada komentar: