Sabtu, 28 Maret 2009

Seberapa Percaya Anda Pada Ramalan??

Ya, seberapa percaya anda pada sebuah ramalan?


Saya ingat pernah beberapa kali diramal orang. Tetapi ada tiga ramalan, di waktu dan tempat berbeda oleh tiga orang yang berbeda, yang masih saya ingat. Ketiga ramalan tersebut masih saya ingat karena isi ramalan ketiga orang tersebut sangatlah mirip.


Saya bertemu dengan peramal pertama ketika saya ke pulau Calabay di Nusa Tenggara Barat tahun 2002 silam. Peramal ini adalah seorang kakek-kakek suku Lombok. Oleh warga setempat, kakek yang saya lupa namanya ini dipercaya memiliki sebuah kelebihan untuk meramalkan masa depan melalui garis tangan. Oleh si kakek saya diramal mulai dari masalah kesehatan, karir, pendidikan juga jodoh he..(pastinya..!!). motivasi saya meramal, cuma sekedar iseng dan sedikit tertantang membuktikan pendapat orang tentang si kakek. Karena memang tidak percaya dengan ramalan, ramalan kakek itu saya anggap angin lalu. Ramalan si kakek tidak saya ingat-ingat sampai saya kemudian bertemu dengan peramal kedua.


Saya bertemu dengan peramal kedua tahun 2003 di Jogjakarta. Peramal kedua ini adalah seorang wanita yang kata orang-orang di sekitarnya pintar membaca garis tangan. Isi ramalan si ibu-ibu ini juga sangat mirip dengan ramalan yang pertama tadi. Heran juga sih, kok bisa-bisanya ya kedua peramal ini meramalkan nasib saya yang hampir sama, apa benar di tangan saya sudah tergambar nasib saya di kemudian hari sehingga sangat mudah bagi kedua peramal ini untuk membacanya??? Tapi tetap juga saya tidak ambil pusing, saya hanya sedikit kaget.


Trus peramal ketiga saya temui di Pulau Mangole tahun 2006 lalu. Lewat garis tangan juga, saya diramal dengan ramalan yang hampir sama. Wah..wah.. kok bisanya ya..??Kebetulan yang manis emang ya.


Saya bisa saja menjadi percaya karena kebetulan itu, tetapi dasarnya apa coba?
Meramal memang telah dikenal sejak jaman dahulu kala, ketika manusia berusaha menemukan penjelasan alamiah bagi perubahan-perubahan yang terjadi di alam. Meramal dikenal di berbagai belahan dunia dalam berbagai bentuknya. Orang gypsi dengan kartunya, orang china dengan pergerakan bintang-bintang. Ada satu cara meramal yang menurut saya unik, yakni cara meramal orang Manggarai Flores NTT yakni dengan toto kopi. Cara meramal ini dilakukan melalui segelas kopi. Setelah seseorang minum kopi, gelasnya ditelungkupkan hingga hanya tersisa ampas-ampas kopi yang membentuk suatu pola tertentu. Oleh peramal, pola tersebut kemudian “dibaca” sebagai ramalan nasib si peminum kopi.


Kembali ke pertanyaan saya di atas tadi, seberapa percaya kita pada sebuah ramalan?? Di sekitar kita sering kita temui orang yang sebegitu percayanya terhadap sebuah ramalan, terhadap apa kata zodiac, bahkan di tv sering sekali kita melihat iklan: Ketik Reg spasi weton untuk mengetahui nasib weton anda, atau iklan di media cetak : kunjungi klinik kami dan kami dapat merubah garis tangan anda. Waduh, masuk di akal gak sih, dan apa kaitannya coba garis tangan dan nasib seseorang, dan bagaimana dengan seseorang yang karena suatu kecelakaan garis tangannya berubah, apa nasibnya juga berubah?


ketika saya ngobrolin ini dengan temanku seorang muslim, katanya menurut kepercayaan mereka, ketika seseorang diciptakan oleh Allah, orang tersebut telah ditentukan jodoh dan rejekinya, tetapi itu semua misteri Allah dan tidak seorang manusiapun bisa mengetahuinya. Dan mempercayai ramalan adalah sebuah syirik. Saya juga ingat kata pastor Thomas, pastor paroki saya dulu di Gereja Santa Maria Immaculata Falabisahaya , Maluku Utara, percaya ramalan adalah mempercayai sesuatu yang sia-sia, karena tak ada dasarnya dalam kitab suci. Jostein Gaarder dalam Dunia Sophie, menulis bahwa seorang peramal berusaha untuk meramalkan sesuatu yang sesungguhnya tidak dapat diramalkan dan justru karena apa yang mereka “lihat” itu demikian kabur maka sulit untuk menyangkal apa yang dikatakan oleh sang peramal.


Jadi…, meramal lah jika hanya ingin bersenang-senang, tetapi jangan lalu mempercayainya, karena hanya Tuhan satu-satunya yang mengetahui bagaimana nasib seseorang. Dan teman, garis tangan, kartu,tanggal lahir, pergerakan bintang-bintang tidak menentukan bagaimana nasib kita di dunia. Nasib kita ditentukan oleh usaha tangan kita sendiri dan tentu saja campur tangan Tuhan di dalamnya.

Tidak ada komentar: