Rabu, 24 September 2008

Welcome To Makassar

Akhirnya tiba juga detik2 perpisahan itu,ketika langkah ini harus meninggalkan kota yang selama ini sudah menjadi seperti rumah sendiri, Manado. Sedikit terasa berat juga ketika harus memasuki pesawat Lion 737-900 ER yang membawa saya dari Bandara Sam Ratulangi ke Bandara Hasanudin pada jam 3 sore kemarin.
Tetapi kehidupan haruslah terus berjalan dan ini hanyalah sebuah bagian dari perjalanan.

Di dalam pesawat saya mencoba untuk tidur tetapi begitu sulit untuk terlelap, pikiran saya masih melayang pada kejadian beberapa detik yang lalu..

Pagi setelah mandi, saya ke kantor. Kemarin saya belum sempat pamitan dengan big bos, pa dirut dan pa dirop. Oleh pa Dirut saya diberi sedikit advice yang lumayan bikin terharu. sama pa dirop, biasa aja, setlah minta maap, kita malah ngomongin tentang reuni 2008 di kampus besok.
Selesai pamitan saya ke ruang PH, ruang kerjaku untuk pamitan sama geng PH yang selama ini walau dengan staffnya yang pas-pasan, bisa terus eksis dan kompak :)



Geng PH

Dari ruang PH saya kemudian ke ruangan accounting, berfoto ria dengan teman2 disana. Setlah puas berpose dengan berbagai gaya saya kemudian pulang ke mes.


Dengan Fira


Di mes saya ngobrol menunggu waktu dengan ka Lily dan anaknya Fira. Nah kejadian yang disayangkan itu terjadi pada saat itu. Fira main2in kameraku, dia jeprat-jepret kiri dan kanan dan tau2 blas, semua foto2ku terhapus, aduh...sayang banget...tapi mau gimana lagi udah terjadi :( Untungnya foto2 yang kuambil kemarin sudah kutransfer ke notebook.


Dengan Om Pieter sesaat seblum ke Bandara

Setlah makan siang jam 13.00 saya duduk2 ngobrol dengan mami. Jam 13.30 om Jery sopir kantor datang menjemput untuk nganter ke bandara. Mami yg semula berencana ikutan nganter nda jadi ikutan karena cuma diberi ijin 30 menit sama atasannya. Fira sahabat kecilku yang juga mau nganter malah ketiduran, kecapean mungkin soalnya dia kan lagi berpuasa. keren juga anak ini walau baru kelas 4 tapi puasanya gak pernah bolong walaupun beberapa kali dia harus gak saur karena terlambat bangun. Dan akhirnya jadilah yang nganterin ke bandara cuma ka Lily, Mami hanya bisa ngelepas di mes dengan penuh air mata.
Di Bandara juga Ka Lily gak lama, setlah ngobrol sangat sebentar, air mata, cium pipi kiri dan kanan, dia dan om Jerypun pulang.



dengan PIpin,ibu Pendeta,ka Lily dan Mami



Ditinggal Om Jery dan ka Lily sayapun ngeboarding dan masuk ke ruang tunggu. Jam 14.45 saya dan penumpang lainnya kemudian dipersilahkan masuk ke pesawat.
Sekitar jam 15.00 pesawatpun kemudian take off dari bandara Sam Ratulangi Manado. oya ada kejadian paling menjengkelkan pada penerbangan saya kali ini. Di pesawat, saya duduk berdampingan dengan seorang bapak berumur 30an yang super katrok. Sepertinya bapak ini baru pertama kali naik pesawat. Dari pertama duduk si bapak banyak nanya dan banyak nyoba, mulai dari nanya sabuk pengaman, kursi, nyobain tombol pramugari,lampu...kalo itu sih aku masih bisa maklum, nah yang menjengkelkan adalah ketika baru sekitar setengahjam-an di udara, eh tau2 si bapak nyalain HPnya. wuih..kontan aku marah-marah, udah gitu bapaknya ngeyel lagi, alasnnya cuma mau liat bentar, BT gak..tapi aku tetap aja marah-marah dan akhirnya si bapak matiin HPnya.


Setelah menempuh waktu sekitar 1 jam 15 menit, pesawat yang saya tumpangi tiba di bandara Hasanudin. akhirnya kesampean juga datang ke Makassar setelah selama ini hanya sebatas transit di bandaranya.
Begitu nyalain HP, berbagai sms dan panggilan kemudian masuk. Mine itu dah nunggu di bandara buat ngejemput. setelah ngurus bagasi, saya dan mine kemudian cabut ke rumah. Perasaanku campur aduk, senang dan sedih, masih kepikiran teman2 di manado.


Me


Tetapi.......Seperti kataku di atas, ini semua hanya bagian dari sebuah perjalanan panjang, hanya sebuah episode, so..Welcome To Makassar Honey.....!!!!!

3 komentar:

Anonim mengatakan...

SELAMAT DATANG &
SELAMAT TINGGAL
adalah dua ucapanya yang tidak dapat kita ingkari. anda mendapatkan ucapan SELAMAT DATANG. dengan sendirinya kodrat dari selamat datang kelak akan datang, yaitu SELAMAT TINGGAL.

Ingat...

Disitulah indahnya hidup
yaitu di saat ada pelangi yang dicampuri berbagai warna.

selamat datang dan selamat tinggal, adalah unsur dari pelangi bahagia.

jika ada bahagia tanpa adanya sedih, maka pelangi hidup pun tidak akan tercipta. warna bahagia dan warna sedih sedih harus bergabung untuk merajut sebuah pelangi hidup.

hidup akan indah seperti pelangi
jika semua rasa dapat kita rasakan

JADIKAN HIDUPMU SEBUAH PELANGI

bersedialah untuk menerima segala rasa

Margaretha mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Margaretha mengatakan...

hai...hai..trima kasih