Kamis, 11 September 2008

Gempa Pagi Ini


Sarapan apa pagi ini? Yup Gempa he..just kidding.
Bangun pagi,kuterus mandi (kaya lagu aja..)masih mandi, sedang berbilas, tau-tau kok rasanya bergoyang ya,dan setlah kuperhatikan baru aku ngeh kalo itu gempa.
Panic karena dalam keadaan bugil (he..terbersit betapa malunya jadi korban gempa yg ditemukan dalam keadaan bugil ), spontan aku langsung nyomot pakaian di samping pintu kamar mandi (udah ga mikir: (maaf) dalaman) dan ngacir keluar.
Setelah gempa benar-benar reda, baru aku ngeh ternyata pakaian yang kupake adalah pakaian kotor yang kuambil dari keranjang pakaian kotor di samping pintu kamar mandi,ha..ha..kerjaan panic ya begini ini, terpaksa deh harus mandi lagi he..

Setelah dikantor, aku langsung ngecek ke BMG. Ternyata gempa yang terjadi lumayan dasyat kekuatannya yakni 7.6 SR di kedalaman laut 10 KM dengan pusat gempa di 122 km Baratlaut Ternate, Maluku Utara (1.88 LU-127.27 BT) dan menurut BMG gempa ini berpotensi menimbulkan Tsunami.
Ngeri juga ya, pantesan di Manado aja kerasa banget goyangannya, ternyata kekuatannya 7.6 SR.
Tau pusat gempanya di Ternate, saya langsung menghubungi teman saya disana. Ternyata sejauh ini, keadaan di sana juga baik-baik aja dan tidak ada kerusakan berarti yang terjadi.

Akir-akir ini, Negara kita emang sering banget ya terkena gempa, Manado sendiri gempa dah menjadi hal yang biasa saking seringnya terjadi.
Hmm..jadi ingat hasil penelitian Aryso Santos pada 2005 silam (bisa dibaca di postingan saya sebelumnya : Benua Atlantis itu (ternyata) Indonesia ). Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ilmuwan yang berasal dari Brazil ini berkesimpulan bahwa Benua Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia.
Mengingat benua Atlantis pada masanya adalah sebuah pusat kebudayaan dunia, kita memang patut berbangga hati, tetapi mengingat bahwa benua Atlantis itu sendiri tercerai berai karena banyaknya bencana alam yang terjadi, sepertinya kita harus bener-bener siap dengan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki. Kita tentu tidak menginginkan negeri kita ilang tertelan bencana, bukan?

Tidak ada komentar: