Tampilkan postingan dengan label Buku dan Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku dan Film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Oktober 2008

Laskar Pelangi : a movie

Setelah sejak lebaran lalu aku tidak pernah bisa mendapatkan tiket film ini, akhirnya semalam bisa juga aku mendapatkannya. Ya walaupun aku harus menunggu hingga jam 21.35 WITA di 21 Mall Panakkukang Makassar, tetapi asyik-asyik saja demi melihat versi film dari novel yang sudah lama menjadi bagian koleksiku “Laskar Pelangi”.


Film besutan Riri Riza ini emang keren abis. Latarnya diambil di daerah Belitong beneran, begitu pula dengan pemainnya yang anak-anak asli Belitong. Lucu, haru dan menggugah, 3 kata yang menurutku bisa ngewakilin film ini. Dari awal sampai akhir, aku sangat menikmati jalan ceritanya. Walau ada beberapa bagian yang berbeda dengan novelnya, tetapi secara keseluruhan film ini dikemas secara sangat menarik dan keren abissss…..!!!!!!!

Rabu, 02 April 2008

Film Fitnah

Beberapa hari ini film Fitnah lagi menghebohkan dunia khususnya masyarakat muslim.
Walaupun bukan seorang muslimah, saya jadi tergelitik juga untuk menonton film tersebut. Setelah tadi surfing di internet, saya kemudian menemukan film Fitnah buatan seorang anggota parlemen Belanda dari Partij voor de Vrijheid bernama Geert Wilders

Film Fitnah ini mengingatkan saya pada kejadian beberapa waktu yang lalu ketika karikatur Nabi Muhammad diedarkan oleh surat kabar Jyllands-Posten, Denmark.
Diawal film ditampilkan gambar Nabi Muhammad dengan bom di kepala dan persis seperti karikatur dalam surat kabar Dermak tersebut.

Film ini dimulai dengan menampilkan rekaman kejadian 11 september silam ketika WTC diledakkan oleh teroris, kemudian rekaman-rekaman omongan beberapa imam yang pada intinya menganjurkan jihad untuk melawan yahudi dan kristen. Di sela-sela omongan beberapa Imam, Geert menampilkan halaman-halaman Quran yang saya sendiri tidak mengerti artinya, tetapi jika dinalarkan mungkin artinya bahwa Quran sepertinya melisensikan tindakan kejahatan yang dilakukan teroris.

Walaupun tidak begitu memahami islam dan hanya berbekal mengetahui islam sedikit-sdikit hasil berhubungan erat dengan orang-orang muslim, saya berpendapat film ini emang asli Fitnah. Mana ada sich agama dan kitab suci yang menghalalkan pembunuhan kepada sesama? Lagian kita tidak tahu konteks sebuah ayat atau ucapan seorang imam yang diputar dalam film tersebut. Teroris ya teroris saja, gak bisa dong dikatakan bahwa teroris itu islam dan islam itu melisensi pembunuhan yang dilakukan para teroris. Memang sich tidak bisa dipungkiri bahwa pada beberapa kejadian pengeboman yang dilakukan para teroris seperti di bom Bali, para pelaku mengatasnamakan jihad untuk menghalalkan tindakan kejahatannya, padahal apa betul islam menganjurkan jihad seperti itu?sekali lagi walau tidak begitu mengerti islam, tetapi menurut saya film ini cuma sekedar membuat sensasi atas dasar ketidaksukaan tehadap islam tanpa mengenal betul agama tersebut.

Buat kita di Indonesia yang masyarakatnya majemuk, saya rasa kita tidak perlu terpancing dengan film ini. Ini kita jadikan introspeksi terhadap diri kita saja, intinya kita semua punya satu Allah dan mana mngkin ada agama yang menghalalkan pembunuhan, semua hanya oknum yang mengatasnamakan agama. Dengan bereaksi anarkis terhadap film ini malah akan menimbulkan imej buruk terhadap kita.

Jumat, 14 Maret 2008

Ayat-ayat cinta

Kenapa aku tidak bisa meraih mesirku??
Apakah karena kami berbeda??
Apakah keyakinan dariTuhan
Menghalangi kesucian cinta??


Deretan kata-kata di atas adalah penggalan ungkapan hati Maria (Carissa Putri) dalam film Ayat-Ayat Cinta, film yang diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama karangan Habiburrachman El Shira. Maria dalam film ini diceritakan sebagai seorang yang sering menuangkan perasaannya kedalam sebuah diary. Saya sangat menyukai tulisan2nya dan sepenggal tulisan diatas adalah yang paling menyentuh bagi saya, rasa2nya sangat mengena. Gadis Kristen ini diceritakan menaruh cinta kepada tetangga satu flatnya Fahri (Fedi Nuril) seorang mahasiswa islam asal Indonesia yang mengambil masternya di Al Ahzar. Fahri adalah seorang laki-laki yang sangat taat dan belum pernah memiliki hubungan khusus dengan perempuan.
Di Mesir Fahri kemudian mulai dekat dengan beberapa perempuan. Maria adalah salah satunya. Maria adalah gadis yang baik hati dan juga pintar. Jika mengalami kesulitan dengan komputernya, Maria adalah tempat Fahri meminta pertolongan. Lalu ada Nurul (Melanie Putria), teman sekampus Fahri yang juga berasal dari Indonesia. Selain itu ada juga Nora (Zaskia Mecca) tetangga Fahri maupun Maria yang selalu disika pamannya. Perempuan terakhir adalah Aisha (Rianti Cartwright) gadis yang dijumpainya dalam sebuah bus kota secara tidak sengaja.
Dari keempat perempuan ini ternyata Fahri menaruh hati kepada Aisha yang kemudian dnikahinya tanpa lebih dahulu pacaran.
Film drama asuhan sutradara Hanung Bramantyo ini kemudian berlanjut dengan kehidupan pernikahan Fahri dan Aisha dan kemudian kehidupan poligami mereka dengan Maria yang terpaksa dilakukan Fahri atas desakan Aisha.
Ada banyak hal yang bisa dipetik dari Ayat-Ayat Cinta. Bagimana cinta bisa memberi banyak perubahan, bagaimana orang2 kristen dan Islam bisa hidup saling berdampingan, bagimana kehidupan poligami sangat tidak menyenangkan and many more...Untuk kualitas, buat saya biasalah, tak seperti yang terlalu dihebohkan banyak orang, menonton ayat-ayat cinta gak beda jauh dengan nonton sinetron indonesia.
Buat saya sendiri, yang saya sukai dari film ini justru tulisan2 diary Maria, so sweet...!!!Tetapi untuk membuktikan sendiri keheboan diluar tentang film ini, gak ada salahnya film ini dijadikan pilihan tontonan :)

Kamis, 06 Maret 2008

Larasati

Kalau mati, dengan berani
Kalau hidup dengan berani.
Kalau Keberanian tidak ada, itulah sebabnya
Setiap bangsa asing bisa jajah kita.
- Pramoedya Ananta Toer - dalam Larasati

Novel-novel pramoedya memang selalu memberikan motivasi selain juga membuka wawasan dan cakrawala berpikir pembaca (saya). Seperti kata-katanya di atas yang tertuang dalam salah satu roman khususnya buat kaum perempuan, Larasati.
Dari Judulnya kita tau, bahwa roman ini bercerita tentang seorang perempuan.
Disampul buku tergambar seorang perempuan cantik memakai baju dan selendang merah dengan latar stasiun kereta api. Perempuan ini bernama Larasati, seorang aktris panggung dan bintang film yang sangat cantik. Roman ini mengkisahkan perjalanan Larasati dari pedalaman (Yogyakarta) ke daerah pendudukan (Jakarta).
Larasati hidup pada masa Revolusi yang keras, ketika pemerintahan Hindia Belanda yang dengan bantuan Tentara sekutu (negeri-negeri barat) kembali ke Indonesia seusai perang dunia kedua. Pertempuran dan bunyi peluru antara kaum revolusioner dan NICA (Nederlands-Indies Civil Administration) menjadi ciri masa ini.
Hidup pada masa Revolusi ini membuat Ara, panggilan Larasati, tidak hanya cantik tetapi juga berani.
“Bukan main Lasmidjah. Punya anak begitu cantik. Begitu molek. Berani!” komentar seorang nenek tetangga Lasmidjah, ibu Larasati.
Dengan keberaniannya, Larasati juga pernah ikut bertempur melawan NICA bersama para pejuang muda. Pengalamannya Ikut bertempur bersama para pemuda ini dan menyaksikan banyaknya korban-korban yang tewas, kemudian menjadikan Larasati sosok yang semakin berani, tegar dan penuh dendam terhadap musuh tanah air, musuh revolusi.
“Kau tidak takut lagi, bukan? Tak perlu takut. Kau harus mendendam. Kita memerlukan dendam.” kata seorang pemuda pejuang kepada Ara, kata-kata yang semakin membangkitkan semangat Ara untuk berjuang membantu Revolusi dengan caranya sendiri.
Walau tidak bisa disandingkan dengan Bumi Manusia, roman Pramoedya yang lain dari Tertralogi buru, tetapi membaca buku Larasati ini membuat pembaca seperti dihadapkan langsung dengan situasi revolusi saat itu dan juga mengenal sejarah dengan cara yang berbeda dan menarik.
Satu lagi karya Pramoedya yang sangat layak dimiliki.

Jumat, 22 Februari 2008

Anakonda: Menyentil Memori Tentang Kalimantan

Semalam saya nonton film Anaconda di Trans TV. Latar ceritana di Kalimantan. Jadi ingat tentang Kalimantan Nich saya. Ingat kenangan-kenangan di sana. kebeneran kemarin juga saa dikasih oleh2 gelang manik oleh pa Harry yang baru balik dari Kalsel.
Kembali ke film. ntu film ceritanya tentang sekelompok ilmuwan yang melakukan ekspedisi ilmiah ke Kalimantan untuk mencari anggrek apa gitu namanya (maap lupa) yang konon hanya berbunga sekali dalam 7 tahun. Anggrek tersebut ceritanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dari TBC sampe kanker.Sialnya kedatangan tim ini bersamaan dengan musim kawin anakonda. Jadilah semua anakonda keluar dari sarangnya untuk menemukan pasangan. ceritanya seru banget karena satu demi satu anggota tim ini menjadi santapan anakonda.sampe akhirnya anggota tim yang tersisa hanya 4 orang.Film ini seru banget selain karena emang memacu adrenalin, juga karena latarnya di hutan kalimantan yang membangkitkan memori akan Mahakam, Dayak, Anggrek dan alamnya Borneo yang cantik.

Jumat, 05 Oktober 2007

SuperDee

Dewi Lestari atau yang punya nama pena Dee, tentu sudah sangat lekat dengan telingan para pencinta sastra indonesia.

Dee adalah seorang penulis sastra yang lebih dulu dikenal sebagai seorang penyanyi group vokal RSD. Jika kebanyakan artis terkenal yang beralih profesi dibilang aji mumpung, Dee mati-matian menolak anggapan itu untuk dirinya. Dalam sebuah tulisannya Dee pernah bilang bahwa karirnya menulis dan karirnya menyanyi bergerak paralel hanya saja karirnya menyanyi lebih dulu menemukan lampu sorot. Kita boleh saja tersenyum membaca ucapan Dee tersebut, tetapi Dee memang tidak main-main dengan ucapannya. Novelnya yang pertama Supernove: Puteri, Kesatria dan Bintang jatuh, meledak di pasaran dan dinominasikan dalam Khatulistiwa Literary Award tahun 2002. Dee sendiri juga dianugerahi A playful Mind Award tahun 2003.

Supernova memang hadir dengan karakteristik yang berbeda dengan novel-novel indonesia sebelumnya baik dari segi bahasa maupun cara penceritaanya.Dee banyak memasukkan istilah-istilah yang belum terlalu dekat dengan telingan pembaca Indonesia, sehingga dimaklumi saat membaca Supernova: Puteri kesatria dan bintang jatuh, banyak orang yang sering membolak-balik ke halaman sebelumnya, Dee banyak memberikan pengetahuan baru bagi pembaca.

Seperti judul novelnya: Supernova, yang dalam arti sebenarnya adalah sebuah bintang yang mengalami peningkatan cahaya dalam waktu yang singkat, Dee juga menampilan seorang bintang dalam setiap episode ceritanya, hanya saja Dee menampilkannya dalam wacana yang berbeda dengan wacana seorang bintang yang selama ini hidup dalam masyarakat kita.
Diva, tokoh utama dalam serial Supernova: Puteri, Kesatria dan Bintang jatuh, adalah seseorang yang memiliki pemikiran yang sudah jauh berbeda dengan orang kebanyakan dalam usahanya mencari jati diri. Tetapi Diva adalah seorang pelacur, profesi yang dianggap hina dalam masyarakat. Begitu pula dalam novel supernova yang kedua: Akar, Bodhi sang tokoh utama, adalah seorang tukang tato dan anggota komunitas punk. Dalam supernova: Petir, Dee juga menampilkan seorang bintang baru yakni Elektra, yang memiliki muatan listrik dalam tubuhnya, tetapi Elektra adalah seorang cina, ras yang banyak dipinggirkan dalam masyarakat kita.
Novel-novel Dee tidak hanya berkutat pada pesan-pesan yang ingin disampaikannya, tetapi lebih membuka cakrawala pembaca untuk berpikir.
Dee memang luar biasa, dan telah membuktikan bahwa bakatnya menulis tidak hadir secara tiba-tiba, dan untuk mempertegas hal tersebut Dee mengeluarkan kumpulan prosa dan cerpennya satu dekade sejak tahun 1995-2005, berjudul Filosofi Kopi. Sebuah buku yang memang layak dimiliki. Cara bercerita Dee yang berbeda selalu menjadi daya tarik tersendiri untuk menambah koleksi pustaka kita.

Selasa, 24 Juli 2007

Novel : ROSE MADDER

Beberapa waktu yang lalu saya baru saja membaca novel karangan Stephen King berjudul ROSE MADDER

Novel ini menceritakan tentang kehidupan Rose Daniels yang mengalami penyiksaan dari suaminya selama belasan tahun hingga akhirnya ia memutuskan untuk melarikan diri dan memulai hidup baru.
Namun Norman Daniels suaminya tidak mau begitu saja ditinggalkan, dia kemudian mulai mencari jejak istrinya. Rose yang kemudian ditemukannya bukan lagi Rose yang dulu. Rose telah mempunyai kehidupan yang baru yang indah dengan kekasih baru yang mencintainya dan kekuatan baru yang didapatnya dari ROSE MADDER, wanita dalam lukisan yang dibelinya dari toko gadai.
Tidak banyak kejutan yang diberikan King dalam novel setebal 766 halaman ini, akhir cerita yang happy ending tidak terlalu susah untuk ditebak, tetapi untuk penjiwaan karakter King tetap nomor satu. Walau sedikit membosankan tetapi gaya bercerita King yang fantastis dan tentu pula nama besar King membuat novel ini tetap layak menjadi koleksi pustaka.