Rabu, 25 April 2012

Seorang Yesus dari Kaca Mataku

Selamat Hari Raya Paskah kawan-kawan yang merayakannya, walau sudah lewat sekitar dua minggu, tetapi tidak apalah daripada tidak sama sekali. Hari ini saya ingin sekali menulis tentang seorang Yesus, bukan secara keseluruhan hidupnya tetapi hanya dalam 3 hari suci, mulai malam perjamuan terakhir hingga wafatnya di salib. Kenapa? Karena otak saya Cuma mampu sebegitu :).


Entah mengapa, pada paskah tahun ini ada satu hal yang terus2an masuk ke pikiran saya. Adalah pribadi Yesus. Bukan pribadinya sebagai Allah, tetapi pribadinya sebagai manusia. Dengan perbandingan pribadi saya sendiri dan orang-orang di sekitar saya, sangat sulit dipercaya bahwa ada manusia yang seperti Yesus.


Di perjamuan terakhir, Yesus membasuh kaki murid-muridnya. Hal yang biasanya dilakukan seorang hamba bagi tuannya. Yesus sangat rendah hati. Yesus melayani mereka, murid-muridnya. Teladan yang Dia beri. Dia pun mau kita melakukan hal yang sama. Rendah hati dan mau melayani sesama kita. Saya dalam keseharian sangat jauh dari itu. Seringnya tidak peduli dengan orang lain, terkadang munculnya kepedulian tergantung status sosial orang yang dihadapi, tidak tulus atau ada pamrih. Dengan bawahan di tempat kerja, ingin selalu dilayani. Egois, lebih suka menerima daripada memberi. Yesus yang oleh murid-muridnya dipanggil guru dan sangat dihormati, tidak berlaku sombong, Dia tidak memegahkan diri, Dia justru membasuh kaki mereka, para muridNya.


Yesus mengetahui semua yang akan terjadi, bahwa Dia akan dikhianati dan ditinggalkan, bahwa Dia akan disiksa dan akan wafat di Salib. Kemudian ditangkap,disiksa dan diadili secara tak adil. Dia tak pernah mundur, Dia berani menghadapi semuanya. Bisa saja Yesus berkompromi agar lepas dari semua tuduhan dan siksaan, tetapi tidak Dia lakukan. Dia tetap pada pendirianNya, pada keyakinanNya, pada kebenaran. Jaman sekarang ini sangat jarang kita ketemu orang berani memperjuangkan kebenaran, yang ada juga beraninya musiman, disaat ada kepentingan. Bagaimana dengan saya sendiri? Sama bos saja, kadang tidak berani mengeluarkan ide karena takut disemprot dan malu. Hebat emang Yesus ini, dia berani melawan ketidakadilan, berani mempertahankan kebenaran, walau resiko yang diperoleh bisa menghilangkan nyawa. Dia begitu berani hingga Ia dijatuhi hukuman mati.


Disiksa, didera, hingga dipaku pada salib, Yesus ditinggali oleh murid-muridnya. Orang-orang Yerusalem yang pernah diajarnya, yang beberapa hari seblumnya menyambutnya dengan gembira saat Ia memasuki Yerusalem, terbalik memaki dan menghujatnya. Semua yang dicintainya meninggalkan dia. Petrus si batu karang malahan menyangkal bahwa ia termasuk murid yesus. Hanya ada 3 orang yang begitu setia menemani yesus, yakni IbuNya, Maria Magdalena dan Yohanes. Sebelum mati di kayu salib, yesus malah mendoakan mereka semua, orang-orang yang menghianati dan menyiksa Dia. “Ya bapa, Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat..” ck.ck.ck. mendoakan orang yang berbuat salah kepada kita. Berat banget ya..? ;)


semua kita pasti pernah merasa tersakiti oleh orang lain. Dan apa reaksi kita jika disakiti? Mungkin balas menyakiti, tapi rasa-rasanya sulit sekali untuk mendoakannya. Sakit yang teramat sakit pernah saya alami, lalu ditinggal oleh orang yang sangat saya cintai. Waktu itu saya ingat saya hancur banget, hingga kehilangan nalar, menangis, mencaci, mendendam. Mendoakan?tidak sama sekali. Dan Yesus? Dia tidak melakukan itu, Dia tetap penuh cinta. Itulah hebatnya Yesus. Entah terbuat dari apa ya hatinya Yesus ini. Emas murni 24 karat kali ya :)


Punya rasa kemanusiaan yang tinggi, rendah hati dan mau melayani, cinta yang luar biasa, berani, sabar, mengampuni bahkan mendoakan. Wah.. Yesus betapa saya begitu jauhnya dari sifat-sifatmu itu. Ajarkan aku Yesus memiliki sifat seperti sifatmu, mengikuti teladanmu dalam keseharianku, Amin.

Kamis, 02 Februari 2012

Akses Murah ke kawasan TN Komodo

Banyaknya pertanyaan teman2 kepada saya tentang akses ke kawasan TN Komodo melalui jalur darat, mendorong saya untuk membuat tulisan ini, khusus untuk menjawab pertanyaan tersebut. Diakui, kurangnya pengunjung lokal yang datang ke kawasan satu dari 7 keajaiban dunia ini adalah mahalnya transportasi untuk mencapainya, padahal ada cara yang bisa mengsave budget, tapi tetap mengasyikan, sangat pas untuk backpacker dan juga wisatawan yang punya banyak waktu dan menginginkan perjalanan dengan banyak tantangan.


Kawasan TN Komodo (TNK) berada di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di kepulauan Indonesia Timur. Secara administrativ pemerintahan termasuk dalam Wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.



Lihat Komodo National Park di peta yang lebih besar



Untuk datang ke TN Komodo, pengunjung dapat menggunakan setidaknya 3 alternativ, pertama dengan menggunakan pesawat terbang, kedua dengan Kapal Laut dan yang ketiga menggunakan jalan darat. berikut ini akan saya uraikan satu persatu ketiga cara tersebut, terutama dari Denpasar hingga Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat sebagai pintu masuk ke kawasan TNK.


1. Dengan Pesawat Terbang
Dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Denpasar, Bali, pengunjung terbang menuju Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Setiap hari tersedia penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo yang disediakan oleh maskapai penerbangan yakni Trans Nusa, Wings Air, Sky Aviation dan Merpati. Harga tiket pesawat dari Denpasar-Labuan Bajo berkisar antara Rp700.000-Rp1.000.000, sedangkan pada peak season yakni bulan Juli-Oktober harga tiket bisa melambung hingga angka Rp1.500.000 bahkan lebih. Penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo memakan waktu 45 menit hingga 1.5 jam.


2. Dengan Kapal Laut
Dari Denpasar ke Labuan Bajo, bisa juga dengan menggunakan kapal laut Pelni KM Tilong Kabila dari pelabuhan Benoa Denpasar ke Pelabuhan Komodo Labuan Bajo. Rute KM Tilong Kabila dari Denpasar-Labuan Bajo adalah Benoa (Denpasar)-Lembar (Mataram)-Bima (Bima)-Komodo (Labuan Bajo). Pelayaran dari Benoa ke Labuan Bajo biasanya setiap 2 minggu sekali, harga tiket Rp180.000 dan memakan waktu sekitar 33 jam. jadwal pelayaran dapat di cek di website Pelni (www.pelni.co.id)


3. Dengan Jalan Darat (Ferry)
Dengan perjalanan darat, biaya tiket ke Labuan Bajo bisa lebih murah dibandingkan dengan pesawat. Dari Terminal Ubung di Denpasar ke Terminal Dara di Bima, pengunjung dapat menggunakan Bis rute Denpasar-Bima dengan harga tiket sekitar Rp250.000. Pengunjung bisa menggunakan bis Safari Dharma Raya atau bis Langsung Indah. Bis dari Denpasar-Bima akan melewati Mataram dan Sumbawa. Harga bis biasanya sudah termasuk biaya penyebrangan Ferry Denpasar-mataram-Sumbawa, juga termasuk makan pagi, siang, malam.

Dari Terminal utama Dara di Bima, dilanjutkan dengan naik angkot ke Terminal luar kota Kumbe dengan tarif Rp5.000. Dari Terminal Kumbe, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan Bis umum menuju Pelabuhan Sape dengan tarif Rp20.000. Perjalanan dari Bima ke Pelabuhan Sape ditempuh kurang lebih 2 jam.

Dari Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo, pengunjung dapat menggunakan Ferry yang tersedia setiap hari dengan tarif Rp45.000 dengan lama pelayaran kurang lebih 8 jam.


Nah, demikian sekilas 3 cara untuk sampai ke Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Perlu kami sampaikan bahwa di kawasan TNK, hanya terdapat 2 pintu masuk yang dibuka bagi wisatawan, yakni Loh Buaya di Pulau Rinca dan Loh Liang di Pulau Komodo. Di Kedua Lokasi wisata ini terdapat satwa nasional Varanus komodoensis.

untuk mencapai Loh Buaya dan Loh Liang, ada 2 alternatif yang dapat digunakan yakni menggunakan boat charteran atau menggunakan boat taxi.

1. Boat charteran
Cara ini adalah yang paling umum digunakan dan paling fleksibel, karena dengan mencharter, kita bisa mengatur rute perjalanan kita misalnya dengan menyinggahi pulau-pulau kecil yang banyak terdapat di sekitar kawasan TNK. Harga charteran biasanya tergantung rute perjalanan kita. Jika hanya ke Loh Buaya karena letaknya tidak terlalu jauh dari Labuan Bajo, harga charteran berkisar antara Rp600.000-800.000, sedangkan ke Loh Liang berkisar antara Rp1.200.000
-1.500.000
(tergantung nego).
Pengunjung bisa menyewa boat melalui agen2 wisata di Labuan Bajo atau bisa mendatangi langsung pemilik/kapten boat yang biasanya ngetem di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo.

2. Boat Taxi
Tidak ada boat taxi yang melayani rute Labuan Bajo-Loh Buaya/Loh Liang. Tetapi pengunjung bisa menggunakan boat taxi dengan rute Labuan Bajo kampung Rinca (P.Rinca) atau Labuan Bajo-kampung Komodo (P.Komodo) dengan tarif Rp20.000/orang. Dari kampung Rinca ke Loh Buaya dan Kampung Komodo ke Loh Liang bisa dilanjutkan dengan trekking yang cukup jauh. Untuk letak kampung Rinca dan kampung Komodo bisa dilihat di google earth di atas.
Cara ini memang jauh lebih murah, tetapi kurang fleksibel, terutama jadwal keberangkatan yang sering berubah-rubah.
Boat taxi ini tersedia tiap hari kecuali hari jumat dan boat-boat taxi ini biasanya ngetem di Pelabuhan ferrry Labuan Bajo (Samping Tempat Penitipan Ikan).


Tiket masuk ke TNK dapat diperoleh di 3 tempat penjualan tiket yakni di Pusat informasi TNK (Philemon) di Labuan Bajo, Di Loh Liang dan di Loh Buaya.
Untuk informasi tarif tiket, guide dan lain2 tentang informasi kawasan TNK dapat dibaca di website resmi TNK: www.komodo-park.com


Demikian sedikit info dari saya, semoga bermanfaat :)