Kamis, 13 November 2014

Pengunjung TN Komodo di Semester I 2014

Meningkatnya kegiatan promosi TN Komodo yang dilakukan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta, terutama sejak TN Komodo dinyatakan sebagai salah satu finalis New 7 Wonders of Nature serta cukup stabilnya kondisi keamanan dalam negeri sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Dari data yang dikumpulkan oleh Balai TN Komodo terlihat bahwa sejak tahun 2010 terjadi peningkatan jumlah pengunjung ke kawasan TN Komodo. Pada tahun 2009 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 36.534 orang, kemudian pada tahun 2010 meningkat sekitar 22,28% atau sejumlah 44.672 orang. Peningkatan jumlah wisatawan kemudian terus terjadi, tahun 2011 jumlah kunjungan sebanyak 48.010 orang, tahun 2012 sebanyak 49.982 orang dan pada tahun 2013 sebanyak 63.801 orang. Dari data tersebut terlihat terjadinya peningkatan jumlah wisatawan yang cukup besar pada tahun 2013 yakni sekitar 27,65% dibandingkan tahun 2012. Peningkatan jumlah wisatawan pada tahun 2013 diduga karena dinobatkannya TN Komodo menjadi salah satu New 7 Wonders of Nature dan adanya perhelatan Sail Komodo 2013. 

Sampai dengan Bulan Juni 2014 jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo tahun 2014 telah mencapai lebih dari separuh jumlah kunjungan tahun 2013 yakni sebanyak 36.429 orang. Jumlah tersebut terdiri dari pengunjung reguler dan pengunjung kapal cruise. Pengunjung reguler adalah pengunjung biasa yang masuk ke kawasan TN. Komodo menggunakan kapal wisata seperti boat dan speedboat, sedangkan pengunjung cruise adalah pengunjung yang menggunakan kapal pesiar/cruise. 


Gambar 1. Jumlah pengunjung reguler dan kapal cruise Tahun 2014 

Dari gambar di atas, terlihat bahwa sebagian besar atau sejumlah 24.755 atau 68% pengunjung TN Komodo pada tahun 2014 adalah pengunjung reguler sedangkan 11.674 atau 32% adalah pengunjung yang menggunakan cruise. Tidak hanya pada tahun 2014, pada tahun-tahun sebelumnyapun pengunjung TN Komodo didominasi oleh pengunjung reguler, seperti terlihat pada gambar di bawah ini: 


Gambar 2.Jumlah pengunjung reguler dan cruise tahun 2010-2013 

Dari gambar di atas terlihat bahwa sejak tahun 2010-2013, sebagian besar pengunjung ke TN. Komodo adalah pengunjung reguler sedangkan sisanya adalah pengunjung yang menggunakan kapal cruise. Walaupun pengunjung ke TN. Komodo didominasi oleh pengunjung mancanegara, namun perlu digarisbawahi terjadinya peningkatan jumlah pengunjung nusantara sejak lima tahun terakhir seperti terlihat pada gambar berikut ini: 

 Gambar 3. Jumlah Pengunjung Nusantara Tahun 2009-2013 

Dari gambar diatas terlihat jelas adanya peningkatan jumlah pengunjung nusantara dari tahun 2009-2013, sementara sampai dengan bulan Juni 2014 jumlah pengunjung nusantara telah mencapai 6.230 orang. Minat wisatawan nusantara untuk menikmati ekowisata TN. Komodo terlihat meningkat seiring dengan semakin meningkatnya promosi TN. Komodo oleh berbagai pihak dan semakin banyaknya maskapai penerbangan yang masuk ke Labuan Bajo. Untuk pengunjung mancanegara, sampai dengan Bulan Juni 2014 telah mencapai 30.199 orang yang berasal dari 94 negara dari benua Amerika, Asia, Australia, Eropa dan Afrika; dengan negara asal terbanyak adalah dari Amerika Serikat seperti terlihat pada gambar berikut ini: 


Gambar 4. Jumlah Pengunjung Berdasarkan Asal Negara (5 terbanyak) 

Gambar diatas menunjukkan asal negara dengan pengunjung (mancanegara) terbanyak pada tahun 2014. Dari gambar terlihat bahwa pengunjung mancanegara paling banyak berasal dari Amerika Serikat, diikuti oleh Jerman, Australia, Belanda dan Perancis. Minat berwisata pada negara-negara maju di Amerika dan Eropa memang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di benua lain seperti Asia. 

Tingginya angka kunjungan wisatawan di TN. Komodo diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar pula bagi masyarakat lokal. Wahyuti, dkk (2013: 53) menyebutkan bahwa “Manfaat pariwisata yang diterima pengelola TN. Komodo dan Pemerintah Daerah sebesar 2,09%. Sedang manfaat pariwisata terbesar (75,55%) diterima oleh operator wisata dan pengusaha kapal wisata. Sisanya sebesar 22,36% terdistribusi pada pengusaha hotel, restoran dan toko retail/ souvenir, sementara manfaat pariwisata bagi masyarakat setempat sangat kecil karena penyerapan tenaga kerja yang terbatas sebagai akibat rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki masyarakat”. Partisipasi multi pihak tentu sangat diharapkan dalam memotivasi dan membantu masyarakat lokal dalam bentuk pendidikan dan pelatihan keterampilan. Daftar Pustaka Wahyuti E., Wibowo T., dkk. 2013. Kajian Peranan Taman Nasional Komodo dalam perekonomian Kabupaten Manggarai Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur (Studi Kasus Pengembangan Aspek Pemanfaatan Ekowisata). Labuan Bajo: Balai Taman Nasional Komodo.

PNBP TN. Komodo Tahun 2014

Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP adalah seluruh penerimaan Pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan. Penerimaan ini bisa berasal dari pemanfaatan sumber daya alam, pengelolaan dana pemerintah, pengelolaan kekayaan Negara maupun penerimaan lainnya yang diatur dalam Undang undang tersendiri. Dasar hukum PNBP antara lain: Undang-undang (UU) No. 5/ 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan ekosistemnya, UU No. 20/ 1997 tentang PNBP, UU No. 41/ 1999 tentang Kehutanan, PP No. 22/ 2005 tentang Pemeriksaan PNBP, Peraturan Pemerintah (PP) No. 22/ 1997 tentang Jenis dan Penyetoran PNBP, PP No. 59/ 1998 yang telah diganti dengan PP No. 12/2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian Kehutanan. 


Di TN. Komodo, PNBP berasal dari sewa Gedung dan Bangunan serta Pungutan Masuk Obyek Wisata Alam. Gedung dan Bangunan yang disewakan berupa rumah dinas yang disewa oleh para pegawai TN. Komodo serta beberapa gedung dan bangunan yang disewa oleh pihak ketiga. Dalam tulisan ini, kami akan lebih berfokus pada PNBP yang bersumber dari Pungutan Masuk Obyek Wisata Alam, yakni yang berasal dari tiket masuk ke kawasan TN. Komodo serta dari kegiatan-kegiatan seperti diving, snorkeling, sport fishing, penelitian luar negeri, shooting dan photography. 


Meningkatnya kunjungan wisatawan ke TN. Komodo pada lima tahun terakhir juga berimplikasi pada meningkatnya PNBP TN. Komodo. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Nasional lain di Indonesia, TN. Komodo termasuk TN yang memiliki PNBP terbesar. Data PNBP TN. Komodo beberapa tahun terakhir sampai dengan Bulan Juni 2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini: 


Tabel 1. PNBP TN. Komodo Tahun 2010- Juni 2014


Gambar 1. PNBP TN. Komodo Tahun 2010- Juni 2014 

Dari data di atas terlihat jelas peningkatan PNBP dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011, terjadi peningkatan yang cukup besar jika dibandingkan dengan PNBP tahun 2010 yakni sebesar 106,75%. Hal ini terjadi karena adanya penyesuaian tarif PNBP di TN. Komodo sejak tanggal 01 September 2010 sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor. 59 Tahun 1998, dimana sebelum tanggal 01 September 2010 penerapan PNBP sesuai amanat PP. 59 Tahun 1998 tidak sepenuhnya diberlakukan di TN. Komodo. 


Untuk tahun 2014 sampai dengan Bulan Juni, PNBP telah mencapai angka Rp2.292.222.500,00. Jumlah ini diharapkan dapat terus bertambah seiring dengan semakin bertambahnya jumlah pengunjung yang datang ke TN. Komodo dan terbitnya PP No. 12/2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian Kehutanan sebagai pengganti PP No. 59/ 1998. Memperoleh PNBP yang besar memang bukan merupakan tujuan utama dari pengelolaan TN. Komodo, namun demikian kita tetap berupaya untuk memperoleh PNBP sesuai aturan hukum yang berlaku karena PNBP memiliki arti dan peran yang sangat penting, yakni merupakan salah satu sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan negara dan pembangunan nasional.

Rabu, 18 Juni 2014

Tiga Bulan yang Luar Biasa

Masih teringat jelas, tiga bulan penuh "sengsara" yang saya alami di awal kehamilan kemarin, bagaimana tidak, saya harus dirawat di rumah sakit karena mengalami hiperemesis gravidarum atau muntah berlebihan. tidak semua ibu hamil mengalami hiperemesis, hanya ibu-ibu hamil keren seperti saya hehehe....


Saya tidak yakin bahwa saya akan langsung hamil setelah menikah. disamping karena saya dan suami tinggal berjauhan dan hanya ketemu di akhir pekan, saya pikir faktor kesibukan kami berdua menjadi alasan saya akan sulit hamil dalam waktu cepat. bukan karena menolak atau belum siap dengan anugrah Tuhan yang luar biasa ini, namun saya hanya merasa tidak yakin :).


 Telat datang bulan setelah sebulan menikah tidak pernah saya ambil pusing, bahkan karena kesibukan saya diakhir tahun yang begitu tinggi, saya bahkan lupa kalau bulan November saya telat datang bulan. Saya masih melakukan kegiatan rutin saya, ke kantor, ke kawasan, melakukan pelatihan pemandu wisata di Loh Liang dan Kampung Rinca bahkan saya masih sempat snorkling di Pink Beach Komodo. Hanya saja, saya sempat terserang diare hebat di kampung Rinca. karena lemes, saya sempat dipijat oleh nenek2 disana. Nenek tersebut kemudian bilang kalau saya sedang hamil. Rada takjub, saya kemudian tes ke puskesmas Rinca, hasilnya negativ. Kembali ke Labuan Bajo, saya kemudian periksa ke dokter praktek, setelah dicek, hasilnyapun negativ. Walau hasilnya negativ, tetapi perasaannya saya berkata lain, saya ngerasa saya memang hamil. saya kemudian mengecek sendiri dengan tespack, dan skitar tanggal 20 Desember, hasil tespack saya positiv.



Senang, kaget, bersyukur jadi campur aduk. Liburan Natal saya kemudian pulang ke Ruteng dan kisah sengsara itu dimulai. awalnya saya pingsan di Gereja di malam natal kemudian mengalami bercak darah, karena ketakutan saya kemudian memeriksakan diri ke dokter Sp.og. kata dokter bercak darah tersebut biasa dialami ibu di awal kehamilan karena proses melekatnya sel telur yang telah dibuahi di dinding rahim.



Sekembalinya dari dokter, saya mulai ngalami mual-mual, dan setelah tahun baru, mual saya kemudian disertai muntah-muntah hebat. sampai kemudian oleh dokter saya direkomendasikan untuk dirawat di rumah sakit. Dua hari dirawat di rumah sakit, saya kemudian dipulangkan ke rumah. Hari-hari kemudian saya lewati dengan muntah dan muntah. semua yang saya makan tidak pernah bertahan lama dalam perut. Saya juga kemudian menjadi sensitif dengan berbagai macam bau. mulai bau masak-masakan, parfum, kosmetik dan yang lebih parahnya saya sangat tidak suka dengan bau badan suami saya. hehehhe


Dan kisah sengsara itu pelan-pelan berakhir saat usia kehamilan saya menginjak 3 bulan.Hingga pada bulan Maret 2014 saya kemudian kembali ke Labuan Bajo dan kembali masuk kantor.

Dan skarang,saat ini saya sangat bersyukur bahwa saya melewati semua masa-masa sengsara itu.Selalu ada pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga,malaikat kecil yang saat ini tumbuh sehat dalam kandunganku. Dan satu yang selalu kuingat adalah bahwa tidak semua orang dipercayakanNya untuk dititipi malaikat kecil dan saya salah satu yang terpilih, so blessed I am.So..ibu-ibu muda yang mungkin juga mengalami kisah sengsara seperti saya di awal kehamilan,yang sabar ya,yakinlah semua akan berlalu dan akan terbayar satu demi satu ;). 
Ps.saat ini saya lagi senang-senangnya menikmati tendangan dan gerakannya, so amazing ;)

Kamis, 21 November 2013

Minggu, 29 September 2013

Sejarah Taman Nasional Komodo

Walau telah tersohor sampai ke penjuru dunia, belum banyak dari kita yang tau sejarah pengelolaan TN Komodo. Berikut saya sajikan sejarah pengelolaan TN Komodo secara singkat, semoga bermanfaat
■ Tahun 1911, J.K.H. Van Steyn Van Hensbroek (penguasa Belanda di Reo Flores) mengunjungi Pulau Komodo untuk melihat kadal raksasa yg oleh masyarakat setempat biasa disebut Ora, setelah mendapatkan keterangan dari pencari2 mutiara bernama Kock dan Aldegon.
Pada kunjungannya ke Pulau Komodo tersebut Hensbroek menembak seekor komodo dan kulitnya dikirim kepada Mayoor P.A. Ouwens yang bekerja sebagai preparatur di museum zoologi kebun raya Bogor. Tak lama kemudian Ouwens juga dikirimi 2 ekor komodo hidup.
■ Ouwens kemudian meneliti komodo tersebut kemudian pada tahun 1912 mempublikasikan temuan2 hasil penelitiannya dalam publikasi berjudul "on a large Varanus species from the island of Komodo" dan memberikan nama ilmiah Varanus komodoensis Ouwens.  Sejak saat itu komodo mulai dikenal dunia ilmu pengetahuan dan setelah itu banyak penelitian tentang komodo dilakukan oleh peneliti internasional.
■Tahun 1915 dikeluarkan peraturan tentang perlindungan satwa komodo melalui SK Kesultanan Bima
■ Tahun 1926 dikeluarkan SK perlindungan Komodo oleh pemerintah daerah Manggarai
■ Tanggal 24 September 1938 ditetapkan Suaka Margasatwa Pulau Padar dan Pulau Rinca
■Tanggal 21 Oktober 1965 Penunjukkan Pulau Komodo sebagai Suaka Margasatwa
■ Tanggal 24 Juni 1969 penunjukkan Pulau Padar, Pulau Rinca dan daratan Wae Wuul/Mburak sebagai kawasan Suaka alam melalui surat keputusan Gubernur tk I NTT no 32 tahun 1969
■ Melalui pengumuman Menteri Pertanian tanggal 6 Maret 1980 dibentuk 5 Taman Nasional pertama di Indonesia termasuk Taman Nasional Komodo, keempat TN lainnya yakni TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Leuser, TN Ujung Kulon dan TN Baluran.
■ Perubahan fungsi Suaka Margasatwa P Komodo, Rinca dan Padar serta penunjukkan perairan laut di sekitarnya menjadi Taman Nasional Komodo melalui keputusan Menteri Kehutanan no 306/kpts-II/92 tanggal 29 Pebruari 1992
■ Tanggal 31 Maret 1999 dilakukan penataan batas kawasan TN komodo
■ Tanggal 29 Juni 2000 TN Komodo dittapkan melalui SK Menteri Kehutanan nomor 172/kpts-II/2000 dengan luas 173,300 ha

Selasa, 24 September 2013

Bukan semata New7 wonders of nature

Predikat yg disandang oleh tn komodo bukan hanya sebagai salah satu dari new7wonders of nature yang diberikan oleh yayasan 7wonders yang sempat menjadi kontroversi di negara kita pada tahun 2012 yg lalu.
Jauh sebelum itu, tn komodo telah ditetapkan oleh unesco sebagai cagar biosfer (man and biosfer) yakni pada tahun 1977.
14 tahun kemudian unesco kembali mengukuhkan tn komodo sebagai warisan alam dunia (world heritage site)

Minggu, 22 September 2013

Gak usa takut memakai baju merah kalo ke taman nasional komodo

Banyak orang yg sering bertanya kepada saya: ke komodo gak boleh pake baju merah ya?

Ya sebagian besar masyarakat beranggapan binatang purba Varanus komodoensis sangat sensitif terhadap warna merah, padahal belum banyak yang tau jika komodo sebenarnya buta warna. Ya, komodo tidak bisa membedakan warna. So, gak usa kuatir jika suatu saat jalan2 ke taman nasional komodo memakai baju berwarna merah:)

Senin, 26 November 2012

Mengenal Seasonal calendar (kalender musim) Masyarakat di perairan TN Komodo

Potensi dan informasi tentang suatu masyarakat yang akan menjadi sasaran kegiatan pemberdayaan masyarakat, haruslah benar-benar dipahami dan diketahui oleh pelaksana atau pendamping kegiatan pemberdayaan, sehingga kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang dilakukan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu cara untuk menggali potensi dan informasi masyarakat adalah dengan mengkaji kegiatan-kegiatan dan keadaan-keadaan yang terjadi berulang dalam suatu kurun waktu tertentu (musiman) dalam kehidupan masyarakat yang dituangkan kedalam ”kalender” kegiatan atau disebut Seasonal calendar (kalender musim) Masyarakat. Dari kelender musim, kita dapat mengetahui berbagai kegiatan dan keadaan yang dihadapi masyarakat, juga masalah dan peluang dalam waktu satu tahun musim. 


Berdasarkan hasil pengkajian desa yang dilakukan oleh Balai TN Komodo di Desa Papagarang dan Desa Pasir Panjang di Kecamatan Komodo, kalender musim masyarakat di perairan TN Komodo dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Dilihat dari kalender musim masyarakat di sepanjang perairan TN Komodo yang mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan, penangkapan hasil laut banyak tergantung kepada musim angin. Terdapat dua musim angin utama yaitu Musim Barat dan Musim Tenggara. Setiap musim mempunyai karakteristik tersendiri yang menentukan cara dan alat yang digunakan masyarakat untuk menangkap hasil laut. 

Angin Tenggara yang disebut juga Angin Musoon Timur adalah angin Musoon yang bertiup dari Australia menuju Asia melewati Indonesia. Angin Tenggara terjadi pada bulan Juni sampai Agustus. Pada musim angin ini, perairan TN Komodo biasanya mengalami musim kemarau, karena angin musoon Timur tidak membawa uap air. 


Pada Musim Tenggara, angin bertiup dengan kencang dan terjadi gelombang yang besar, sehingga masyarakat kesulitan mencari hasil laut. Pada musim ini, masyarakat biasanya jarang mencari hasil laut jauh ke tengah lautan lepas, mereka hanya mencari di sekitar selat dan laut yang terlindung menggunakan jaring dan mata pancing (hook). Musim ini sering dikatakan musim paceklik oleh masyarakat karena hasil tangkapan mereka kurang bagus. Pengambilan hasil laut yang banyak dilakukan pada musim ini adalah menyuluh Teripang pada malam hari. Menyuluh teripang adalah kegiatan menangkap Teripang dengan menggunakan tombak dan bantuan obor atau lampu untuk penerangan. 


Karena kesulitan mencari hasil laut selama Musim Tenggara, sebagian masyarakat nelayan terutama di Pulau Rinca, memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yakni Madu Hutan dan Angkor. Madu dimanfaatkan dengan cara-cara tradisional kemudian dipasarkan ke Ibukota Kabupaten Manggarai Barat yakni Labuan Bajo. Angkor adalah nama lokal yang diberikan masyarakat untuk tanaman Sycas rumphii atau pakis haji. Biji Angkor oleh masyarakat biasanya diambil dan dijadikan alternative karbohidrat pengganti nasi. 


Angin Barat adalah angin Musoon Barat yang bertiup dari Asia ke Australia melalui Indonesia dan terjadi pada bulan Desember-Pebruari. Angin Barat mengandung banyak uap air, karenanya saat terjadi angin Barat, perairan TN Komodo mengalami musim hujan. Musim Angin Barat merupakan musim yang cukup tenang, namun pada waktu-waktu tertentu, bisa terjadi hujan badai. Pada musim ini masyarakat bisa menangkap cumi-cumi dan dapat berlayar ke lautan lepas untuk mencari hasil laut. Selain itu, masyarakat khususnya kaum perempuan juga melakukan meting Teripang atau mencungkil karang untuk mencari Teripang saat air laut surut jauh. 


Selain Musim Tenggara dan Musim Barat, masyarakat juga mengenal Musim Pancaroba atau musim peralihan antara Musim Tenggara dan Musim Barat. Pada Musim Pancaroba, angin bertiup tidak menentu. Pada musim ini, dituntut pengalaman dan kepiawaian nelayan dalam membaca arah angin, agar dapat dengan tepat menentukan cara dan alat tangkap yang digunakan, maupun lokasi pengambilan hasil laut.

** Sumber: 1. PRA (Participatory Rural Appraisal ) Desa Pasir Panjang dan Desa Papagarang, Taman Nasional Komodo, 2012 
2. http://www.alpensteel.com/article/55-114-artikel-non-energi/186--data-angin-untuk-perikanan-dibutuhkan.html

Selasa, 20 November 2012

Angkor sebagai alternative pengganti karbohidrat

Angkor adalah nama lokal yang diberikan masyarakat Kampung Rinca untuk tumbuhan Cycas rumphii atau Pakis haji. Jika sebagian kita lebih mengenal Pakis haji sebagai tanaman hias, maka tidak demikian bagi masyarakat di Kampung Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Rinca, Angkor lebih dikenal sebagai sumber karbohidrat alternative pengganti nasi. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu ini oleh masyarakat Rinca telah dimulai sejak jaman nenek moyang mereka dahulu dan telah membudaya dan menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat. 


 Angkor yang memiliki bentuk seperti palem dengan tinggi mencapai 6 m dan memiliki buah yang berbentuk bulat telur berwarna coklat, banyak ditemukan di dataran Pulau Rinca, baik di dataran rendah sekitar pantai maupun di daerah dengan ketinggian hingga 500 mdpl. Secara alami, angkor banyak ditemukan di daerah-daerah lainnya di Indonesia mulai dari Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. 




Pada musim paceklik, saat hasil tangkapan kurang bagus, nelayan di Kampung Rinca biasanya memanfaatkan buah angkor untuk kemudian diproses menjadi makanan. Biji tanaman yang masuk dalam family Cycadaceae ini sebenarnya mengandung racun yang bisa mematikan, karenanya sebelum dikonsumsi, biji angkor harus diproses terlebih dahulu untuk menghilangkan racunnya. Berdasarkan hasil PRA (Participatory Rural Appraisal) di Desa Pasir Panjang, bagan alur proses pemanfaatan biji angkor oleh masyarakat Kampung Rinca adalah sebagai berikut:  


  Dari bagan di atas, terlihat tahapan proses pemanfaatan biji Angkor mulai dari pemisahan biji angkor dari buahnya hingga biji angkor siap untuk dikonsumsi. Perendaman biji angkor dalam air laut pada bagan alir di atas, dimaksudkan untuk menghilangkan kandungan racunnya, sedangkan penjemuran di bawah sinar matahari dimaksudkan untuk menghilangkan kadar air sehingga dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama. 


Di daerah lain di Indonesia, seperti misalnya di Maluku, biji angkor dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung dan dijadikan bahan dasar pembuatan berbagai jenis makanan daerah. Hal yang sama tentu bisa dilakukan di Kampung Rinca, dimana masyarkat sudah sangat familiar dengan angkor, hanya saja tahapan-tahapan proses pemanfaatan biji angkor harus benar-benar diperhatikan agar tidak berbahaya bagi kesehatan.


 Sumber: 1. PRA (Participatory Rural Appraisal ) Desa Pasir Panjang, Taman Nasional Komodo, 2012 2. http://www.chykoemoo.com/2011/05/cycas-rumphii.html

Dan Hari Ini

hari ini kantorku didemo oleh ormas yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Pesisir (Gemmpar). ini sebenarnya bukan yang pertama. pada tanggal 30 Agustus dan tanggal 12 dan 13 November 2012 Gempar juga berdemo. tuntutannya banyak salah satunya adalah penghapusan sistem zonasi di TN Komodo. Kalo demo yang pertama dan kedua adalah demo damai, demo yang ketiga hari ini sudah anarkis. kaca-kaca jendela di kantor pada pecah. saya sendiri yang ruangannya menghadap jalanan, sempat shock begitu ngeliat hujan batu tidak jauh dari sisi saya berdiri. kaca-kaca kantor banyak yang pecah. well,hari ini mungkin hari yang tidak akan saya lupa. 20 November 2012. kalo selama ini saya hanya melihat aksi anarkis di televisi, hari ini saya mengalaminya sendiri. Puji Tuhan bahwa saya ataupun teman2 baik-baik saja walaupun ada beberapa teman saya yang terluka terkena lemparan batu.

Jumat, 29 Juni 2012

Langkah Baru

Bersama, kita membuat langkah baru.Mulai dari sini, mulai hari ini, hingga hanya karena rancangan Tuhan bahwa kita harus mengakhirinya

Jumat, 08 Juni 2012

Tumbang

Emang seperti pohon tumbang, jatuh dan gak bisa ngapai2in. sejak hari senin subuh kemaren saya sakit.Dari hasil pemeriksaan Lab, saya diketahui mengidap malaria.
saya pertama kali terkena malaria pada tahun 2006 silam ketika saya bekerja di Pulau Mangole Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.sejak itu, baru sekarang saya terkena malaria lagi.


sakit malaria adalah sakit yang paling tidak mengenakkan buatku, karna itu membuat lambung saya yang emang punya riwayat kurang bagus jadi berkontraksi buruk. Makan tak bisa dan jika makanpun akan selalu dimuntahkan.

hari ini, tepat hari kelima, semenjak saya terkena malaria. kemaren saya keluar dari rumah sakit dan langsung ke ruteng, istirahat di rumah.
hari ini keadaan sudah agak lebih baik, tidak muntah2 lagi walo masih harus mengkonsumsi obat2an yang banyaknya seabrek.
Justru karena sangar bored maka saya berinternetan dan menulis blog ini.


Setidaknya, sakit ini mengingatkan saya akan beberapa hal: pertama, saya bukan gatot kaca yang uratnya terbuat dari kawat, jadi gak pernah KO. tubuh butuh istirahat, sementara pola hidup saya selama ini sudah sangat kacau dengan istirahat yang kurang.

kedua,kebiasaan-kebiasaan buruk seperti minum kopi yang terlalu berlebihan kurang baik untuk saya yang lambungnya kurang kuat.

ketiga, hampir mirip dengan yang pertama dan kedua adalah makan teratur. karena pekerjaan atau kesibukan yang disibuk-sibukan :) saya sering menunda jam makan.

keempat, kurang berdoa dan kegereja. merasa terlalu percaya diri dengan kekuatan sendiri.

pada intinya, selama ini pola hidup saya sudah sangat salah.

setidaknya sakit ini mengingatkan saya akan salahnya pola hidup, dan dapat memperbaikinya.
Kembali ke titik nol dan memulainya lagi dengan jauh lebih baik.
Amin dalam Kristus :)

Minggu, 13 Mei 2012

Arti sebuah kehilangan

Semua orang pasti pernah mengalami kehilangan, baik sesuatu yang berharga ataupaun yang kurang berharga. saya dua kali mengalami kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Perih yang mirip tapi dengan kadar yang berbeda.


kehilangan pertama adalah kehilangan mantan pada akhir 2009 yang lalu. berbagai perasaan ada saat itu. hancur banget. Tapi, kali ini saya tidak ingin berbicara banyak pada kisah yang udah usang itu.


Kehilangan kedua adalah pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2012 yang lalu pada jam 23.30 WITA. opa saya meninggal dunia. tak ada kata yang bener2 tepat untuk mewakilkan perasaan saya dikala itu. dunia rasanya jungkir balik.
Bapak Hendrikus Uru, nama opa saya itu, biasa saya dan semua anak serta cucu cucu memanggilnya dengan bapa iku.

Bapa iku meninggal saat usianya 94 tahun. usia yang tidak muda lagi. Bp iku adalah seorang petani yang berhasil menyekolahkan 6 orang anaknya. suatu prestasi yang luar biasa bagi seorang petani jaman dulu.

sosok yang dekat denganku. Ada banyak memori tentang bapa iku. kalo anggota kluargaku yang lain mengingat bp iku sbagai sosok yang keras, terutama pada anak2nya,saya mengingat sosok bpa iku sebagai sosok opa yang membuat saya melompat-lompat riang kalau dia datang ke rumah karena sudah pasti beliau akan mendongengkan saya sebelum tidur, tombo turuk begitu orang manggarai menyebutnya.

sosok yang sering menceritakan tentang sejarah Budaya Manggarai, yang di kemudian hari menjadi salah satu key informant dalam penelitian saya. Menjadi salah satu orang yang mendengar ketika saya lari dari dunia karena keterpurukan pada akhir 2009 silam. Intinya, sosok bpa iku adalah sosok yang membuat saya ingat akan senyuman, semangat, persaudaraan dan kerendahan hati. karenanya, kehilangan bapa iku membuat saya bener2 merasa sangat down.


Bapa iku memiliki arti penting buat aku, tdk hanya karna sebagian darahnya ada dalam nadiku, tp juga karna dgn cara-caranya dia hadir dalam episode2 pentingku,terutama di saat2 aku hanya bsa merangkak.

Satu yang menguatkan saya adalah bahwa semuanya terjadi menurut kehendak Tuhan. bahwa semua rancangan Tuhan adalah rancangan Damai Sejahtera.
Rest in Peace my beloved grandpa

Rabu, 25 April 2012

Seorang Yesus dari Kaca Mataku

Selamat Hari Raya Paskah kawan-kawan yang merayakannya, walau sudah lewat sekitar dua minggu, tetapi tidak apalah daripada tidak sama sekali. Hari ini saya ingin sekali menulis tentang seorang Yesus, bukan secara keseluruhan hidupnya tetapi hanya dalam 3 hari suci, mulai malam perjamuan terakhir hingga wafatnya di salib. Kenapa? Karena otak saya Cuma mampu sebegitu :).


Entah mengapa, pada paskah tahun ini ada satu hal yang terus2an masuk ke pikiran saya. Adalah pribadi Yesus. Bukan pribadinya sebagai Allah, tetapi pribadinya sebagai manusia. Dengan perbandingan pribadi saya sendiri dan orang-orang di sekitar saya, sangat sulit dipercaya bahwa ada manusia yang seperti Yesus.


Di perjamuan terakhir, Yesus membasuh kaki murid-muridnya. Hal yang biasanya dilakukan seorang hamba bagi tuannya. Yesus sangat rendah hati. Yesus melayani mereka, murid-muridnya. Teladan yang Dia beri. Dia pun mau kita melakukan hal yang sama. Rendah hati dan mau melayani sesama kita. Saya dalam keseharian sangat jauh dari itu. Seringnya tidak peduli dengan orang lain, terkadang munculnya kepedulian tergantung status sosial orang yang dihadapi, tidak tulus atau ada pamrih. Dengan bawahan di tempat kerja, ingin selalu dilayani. Egois, lebih suka menerima daripada memberi. Yesus yang oleh murid-muridnya dipanggil guru dan sangat dihormati, tidak berlaku sombong, Dia tidak memegahkan diri, Dia justru membasuh kaki mereka, para muridNya.


Yesus mengetahui semua yang akan terjadi, bahwa Dia akan dikhianati dan ditinggalkan, bahwa Dia akan disiksa dan akan wafat di Salib. Kemudian ditangkap,disiksa dan diadili secara tak adil. Dia tak pernah mundur, Dia berani menghadapi semuanya. Bisa saja Yesus berkompromi agar lepas dari semua tuduhan dan siksaan, tetapi tidak Dia lakukan. Dia tetap pada pendirianNya, pada keyakinanNya, pada kebenaran. Jaman sekarang ini sangat jarang kita ketemu orang berani memperjuangkan kebenaran, yang ada juga beraninya musiman, disaat ada kepentingan. Bagaimana dengan saya sendiri? Sama bos saja, kadang tidak berani mengeluarkan ide karena takut disemprot dan malu. Hebat emang Yesus ini, dia berani melawan ketidakadilan, berani mempertahankan kebenaran, walau resiko yang diperoleh bisa menghilangkan nyawa. Dia begitu berani hingga Ia dijatuhi hukuman mati.


Disiksa, didera, hingga dipaku pada salib, Yesus ditinggali oleh murid-muridnya. Orang-orang Yerusalem yang pernah diajarnya, yang beberapa hari seblumnya menyambutnya dengan gembira saat Ia memasuki Yerusalem, terbalik memaki dan menghujatnya. Semua yang dicintainya meninggalkan dia. Petrus si batu karang malahan menyangkal bahwa ia termasuk murid yesus. Hanya ada 3 orang yang begitu setia menemani yesus, yakni IbuNya, Maria Magdalena dan Yohanes. Sebelum mati di kayu salib, yesus malah mendoakan mereka semua, orang-orang yang menghianati dan menyiksa Dia. “Ya bapa, Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat..” ck.ck.ck. mendoakan orang yang berbuat salah kepada kita. Berat banget ya..? ;)


semua kita pasti pernah merasa tersakiti oleh orang lain. Dan apa reaksi kita jika disakiti? Mungkin balas menyakiti, tapi rasa-rasanya sulit sekali untuk mendoakannya. Sakit yang teramat sakit pernah saya alami, lalu ditinggal oleh orang yang sangat saya cintai. Waktu itu saya ingat saya hancur banget, hingga kehilangan nalar, menangis, mencaci, mendendam. Mendoakan?tidak sama sekali. Dan Yesus? Dia tidak melakukan itu, Dia tetap penuh cinta. Itulah hebatnya Yesus. Entah terbuat dari apa ya hatinya Yesus ini. Emas murni 24 karat kali ya :)


Punya rasa kemanusiaan yang tinggi, rendah hati dan mau melayani, cinta yang luar biasa, berani, sabar, mengampuni bahkan mendoakan. Wah.. Yesus betapa saya begitu jauhnya dari sifat-sifatmu itu. Ajarkan aku Yesus memiliki sifat seperti sifatmu, mengikuti teladanmu dalam keseharianku, Amin.

Kamis, 02 Februari 2012

Akses Murah ke kawasan TN Komodo

Banyaknya pertanyaan teman2 kepada saya tentang akses ke kawasan TN Komodo melalui jalur darat, mendorong saya untuk membuat tulisan ini, khusus untuk menjawab pertanyaan tersebut. Diakui, kurangnya pengunjung lokal yang datang ke kawasan satu dari 7 keajaiban dunia ini adalah mahalnya transportasi untuk mencapainya, padahal ada cara yang bisa mengsave budget, tapi tetap mengasyikan, sangat pas untuk backpacker dan juga wisatawan yang punya banyak waktu dan menginginkan perjalanan dengan banyak tantangan.


Kawasan TN Komodo (TNK) berada di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di kepulauan Indonesia Timur. Secara administrativ pemerintahan termasuk dalam Wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.



Lihat Komodo National Park di peta yang lebih besar



Untuk datang ke TN Komodo, pengunjung dapat menggunakan setidaknya 3 alternativ, pertama dengan menggunakan pesawat terbang, kedua dengan Kapal Laut dan yang ketiga menggunakan jalan darat. berikut ini akan saya uraikan satu persatu ketiga cara tersebut, terutama dari Denpasar hingga Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat sebagai pintu masuk ke kawasan TNK.


1. Dengan Pesawat Terbang
Dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Denpasar, Bali, pengunjung terbang menuju Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Setiap hari tersedia penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo yang disediakan oleh maskapai penerbangan yakni Trans Nusa, Wings Air, Sky Aviation dan Merpati. Harga tiket pesawat dari Denpasar-Labuan Bajo berkisar antara Rp700.000-Rp1.000.000, sedangkan pada peak season yakni bulan Juli-Oktober harga tiket bisa melambung hingga angka Rp1.500.000 bahkan lebih. Penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo memakan waktu 45 menit hingga 1.5 jam.


2. Dengan Kapal Laut
Dari Denpasar ke Labuan Bajo, bisa juga dengan menggunakan kapal laut Pelni KM Tilong Kabila dari pelabuhan Benoa Denpasar ke Pelabuhan Komodo Labuan Bajo. Rute KM Tilong Kabila dari Denpasar-Labuan Bajo adalah Benoa (Denpasar)-Lembar (Mataram)-Bima (Bima)-Komodo (Labuan Bajo). Pelayaran dari Benoa ke Labuan Bajo biasanya setiap 2 minggu sekali, harga tiket Rp180.000 dan memakan waktu sekitar 33 jam. jadwal pelayaran dapat di cek di website Pelni (www.pelni.co.id)


3. Dengan Jalan Darat (Ferry)
Dengan perjalanan darat, biaya tiket ke Labuan Bajo bisa lebih murah dibandingkan dengan pesawat. Dari Terminal Ubung di Denpasar ke Terminal Dara di Bima, pengunjung dapat menggunakan Bis rute Denpasar-Bima dengan harga tiket sekitar Rp250.000. Pengunjung bisa menggunakan bis Safari Dharma Raya atau bis Langsung Indah. Bis dari Denpasar-Bima akan melewati Mataram dan Sumbawa. Harga bis biasanya sudah termasuk biaya penyebrangan Ferry Denpasar-mataram-Sumbawa, juga termasuk makan pagi, siang, malam.

Dari Terminal utama Dara di Bima, dilanjutkan dengan naik angkot ke Terminal luar kota Kumbe dengan tarif Rp5.000. Dari Terminal Kumbe, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan Bis umum menuju Pelabuhan Sape dengan tarif Rp20.000. Perjalanan dari Bima ke Pelabuhan Sape ditempuh kurang lebih 2 jam.

Dari Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo, pengunjung dapat menggunakan Ferry yang tersedia setiap hari dengan tarif Rp45.000 dengan lama pelayaran kurang lebih 8 jam.


Nah, demikian sekilas 3 cara untuk sampai ke Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Perlu kami sampaikan bahwa di kawasan TNK, hanya terdapat 2 pintu masuk yang dibuka bagi wisatawan, yakni Loh Buaya di Pulau Rinca dan Loh Liang di Pulau Komodo. Di Kedua Lokasi wisata ini terdapat satwa nasional Varanus komodoensis.

untuk mencapai Loh Buaya dan Loh Liang, ada 2 alternatif yang dapat digunakan yakni menggunakan boat charteran atau menggunakan boat taxi.

1. Boat charteran
Cara ini adalah yang paling umum digunakan dan paling fleksibel, karena dengan mencharter, kita bisa mengatur rute perjalanan kita misalnya dengan menyinggahi pulau-pulau kecil yang banyak terdapat di sekitar kawasan TNK. Harga charteran biasanya tergantung rute perjalanan kita. Jika hanya ke Loh Buaya karena letaknya tidak terlalu jauh dari Labuan Bajo, harga charteran berkisar antara Rp600.000-800.000, sedangkan ke Loh Liang berkisar antara Rp1.200.000
-1.500.000
(tergantung nego).
Pengunjung bisa menyewa boat melalui agen2 wisata di Labuan Bajo atau bisa mendatangi langsung pemilik/kapten boat yang biasanya ngetem di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo.

2. Boat Taxi
Tidak ada boat taxi yang melayani rute Labuan Bajo-Loh Buaya/Loh Liang. Tetapi pengunjung bisa menggunakan boat taxi dengan rute Labuan Bajo kampung Rinca (P.Rinca) atau Labuan Bajo-kampung Komodo (P.Komodo) dengan tarif Rp20.000/orang. Dari kampung Rinca ke Loh Buaya dan Kampung Komodo ke Loh Liang bisa dilanjutkan dengan trekking yang cukup jauh. Untuk letak kampung Rinca dan kampung Komodo bisa dilihat di google earth di atas.
Cara ini memang jauh lebih murah, tetapi kurang fleksibel, terutama jadwal keberangkatan yang sering berubah-rubah.
Boat taxi ini tersedia tiap hari kecuali hari jumat dan boat-boat taxi ini biasanya ngetem di Pelabuhan ferrry Labuan Bajo (Samping Tempat Penitipan Ikan).


Tiket masuk ke TNK dapat diperoleh di 3 tempat penjualan tiket yakni di Pusat informasi TNK (Philemon) di Labuan Bajo, Di Loh Liang dan di Loh Buaya.
Untuk informasi tarif tiket, guide dan lain2 tentang informasi kawasan TNK dapat dibaca di website resmi TNK: www.komodo-park.com


Demikian sedikit info dari saya, semoga bermanfaat :)

Kamis, 15 September 2011

Pesona Pulau Padar, Taman Nasional Komodo

Tidak banyak yang tau tentang Pulau Padar, satu dari 5 Pulau besar yang berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Di Pulau ini tidak terdapat kadal raksasa komodo, namun hidup satwa mangsa komodo Rusa timorensis. Pulau Padar termasuk zona rimba, yang artinya pada zona ini dapat dilakukan kegiatan wisata alam terbatas atau kegiatan wisata dengan ijin khusus dari pengelola Taman Nasional.

Pulau Padar menjadi salah satu pilihan tempat menghilangkan stres dan menyepi bagi kami pegawai TN Komodo, bukan saja karena keindahan bukit-bukit savanna,sunset dan sunrisenya tetapi juga pantainya yang pink dan ketenangannya yang jauh dari "kegaduhan" wisatawan :)







Rabu, 08 Juni 2011

Ngetes kekuatan kaki dan paru-paru ke puncak gunung Ranaka

Ranaka adalah gunung tertinggi dari rangkaian pegunungan mandosawu di Ruteng Nusa Tenggara Timur. Sebagai anak negri (cieh..) rasanya kulengkap sebelum menaklukkan puncak ranaka. Tanggal 4 juni kemarin, saya ngetes kesehatan paru-paru dan kekuatan kaki dengan naik ke puncak gunung ranaka.Sebenarnya naik ke ranaka adalah pelampiasan rasa kecewa saya gak jadi berangkat ke waerebo karna alasan teknis, jadilah ranaka menjadi pilihan dadakan.

Saya bersama 3 orang teman saya berangkat dari rumah pada jam 08.00 menuju ke robo, desa tempat pendakian dimulai. Sebenarnya bukan pendakian sih, karna ke puncak ranaka ada jalan raya sempit yang bisa dilalui dengan motor hingga pada ketinggian 1500 mdpl. Nah separu perjalanan dari ketinggian 1500 mdpl hingga puncaknya
setinggi 2300mdpl harus berjalan kaki, karena jalannya sudah sangat rusak. Lagian apa enaknya naik gunung pake motor ya??? :P
Gunung ranaka adalah tempat ziarah jalan salib dengan sebuah kapela yang didirikan dipuncaknya, makanya oleh pemda Manggarai dibuatkan sebuah jalan raya dari kaki gunung hingga puncaknya untuk memudahkan orang yang berziarah kesana. Dari robo, kami mengendarai motor melewati jalan sempit yang sudah rusak dan ditumbuhi berbagai pohon dan semak di kiri kananya. Di sepanjang perjalanan kita dapat menikmati bentang alam yang sangat indah. Di ketinggian 1361mdpl kita dapat beristirahat sejenak menikmati kota ruteng yang terlihat sangat indah.

Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga pada ketinggian 1500mdpl dimana kita dapat menikmati keagungan gunung namparnos atau yang
biasa disebut gunung anak ranaka. Saat meletus pada tahun 1988 yang silam, gunung Ranaka kemudian melahirkan gunung berapi baru yakni gunung namparnos.Perjalanan ke puncak ranaka kemudian kita lanjutkan dengan berjalan kaki. Tapi percayalah rasa capek tak akan terasa karena di kiri kanan jalan kita disuguhkan dengan pemandangan indah nan cantik. Di ketinggian 2235 mdpl misalnya kita bisa menikmati keindahan rangkaian pegunungan mandosawu.

Lumayan puas menikmati keindahan di titik ini, kami melanjutkan perjalanan hingga sampai ke puncak gunung ranaka. Ada sebuah gerbang yang menyambut. Pagar ini mengelilingi kompleks kapela di puncak gunung.Ada sebuah tower berbentuk salib yang sudah rubuh dan sebuah kapela.Pemandangan dari puncak gunung ini sangat indah. Sayangnya pohon-pohon kenti yang banyak tumbuh di sini sedikit menghalangi pemandangan di sekitarnya.Meloncat, mengambil foto, berteriak, tertawa puas menjadi orang yang sangat tinggi hari itu karna berdiri di titik tertinggi kota Ruteng, 2301 mdpl catat gps saya. Wah..puas…puas mengobati kekecewaan tak jadi ke waerebo.

Rabu, 23 Maret 2011

Penanaman Bakau di Desa Papagarang

Dalam rangka hari bhakti Rimbawan yang ke 28 pada tanggal 16 Maret 2010, Balai Taman Nasional Komodo bersama pemuda Desa Papagarang melakukan penanaman bakau di Desa Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.









Kegiatan penanaman ini merupakan wujud bhakti dan kepedulian Balai Taman Nasional Komodo serta pemuda Desa Papagarang terhadap lingkungan khususnya kawasan Taman Nasional Komodo.










Pada kegiatan ini berhasil ditanam sebanyak 1.500 batang bakau yang berasal dari pembibitan pemuda Desa Papagarang sendiri.

Rabu, 16 Februari 2011

Peta Kawasan Taman Nasional Komodo

setelah ngutak2 google earth, saya dapat kode HTML untuk peta kawasan Taman Nasional Komodo. tapi begitu saya kopikan kode HTML nya ke web, eh ditolak2 terus, katanya you dont have permission to edit dalam. dan setelah saya komunikasikan dengan pihak developer web, mereka berjanji akan mengeceknya, tetapi hingga kini gak ada kabar dan kejelasannya. ketimbang sia2 juga saya bikin, saya taro ajah dah disini.siapa tau ada yang butuh, silahkan diambil...

Lihat Komodo National Park di peta yang lebih besar



Senin, 17 Januari 2011

Ultah

Ulang Tahun..
moment penting untuk mengingat semua kebaikan Tuhan dalam hidup hingga hari ini